Awas! HST Bahayakan Penumpang

Awas! HST Bahayakan Penumpang
Jakarta - Kontroversi kereta cepat HST (high speed train) Jakarta - Bandung tampaknya segera tamat setelah terungkap bahwa lintasannya terletak di wilayah geologis yang labil stuktural, seperti melekat resiko bencana alam terkait sesar-sesar Baribis, Lembang, Cimandiri dan zona subduksi lempeng di Samudera Hindia, termasuk daerah rawan longsor. “Labilitas geologis beresiko perbaikan jalan darat Cipularang yang seluruhnya terbangun di atas permukaan tanah (above ground) dan berbeban dinamis kendaraan beroda banyak sekarang saja sudah jadi fenomena periodik/cyclic yang potensial terhadap keselamatan pengendara, sudah kami sinyalir sejak 2005 yang lalu,” ungkap Koordinator Infrastructural Watch Indonesia, Dr Pandji R Hadinoto, Senin (1/2/2016). “Dan labilitas geologis di lintasan HST yang sebagian dibawah permukaan tanah (under ground) berkandungan dampak beban dinamis 250 km/jam tentunya beresiko lebih tinggi daripada di jalan darat Cipularang itu. Floating Foundation berbeban dinamis ringan saja bermasalah menerus, apalagi Floating Tunnel berbeban dinamis berat yang adalah beresiko sangat berbahaya bagi Rolling Stock HST yang melintas,” tambahnya. Ia pun mengingatkan, potensi resiko keselamatan penumpang berikut potensi Resiko Gagal Ekonomis yang dibuktikan dengan adanya permintaan Jaminan Pemerinah oleh kontraktor B2B seharusnya dipertimbangkan untuk tidak melanjutkan proyek HST ini. Lebih lanjut, menurut Pandji, pekerjaan perbaikan konstruksi jalan darat Cipularang di muka tanah masih berhitungan waktu yang terukur sedangkan perbaikan konstruksi di bawah muka tanah seperti terowongan lintasan HST dapat tidak terukur secara cermat, sehingga akan mengganggu operasional HST itu sendiri alias disfungsional total sekaligus berpotensi kegagalan bagi performa bisnis HST tersebut. “Harapan kami, pertimbangan-pertimbangan teknis tersebut dapat juga diolah dengan baik oleh pihak-pihak pembijak puncak kenegaraan mengingat resiko bagi dana publik yang dilibatkan pula di keproyekan HST ini,” harap Mantan Aktivis ITB Bandung ini. (Red)