Ini Kisah Perempuan Sukses yang Ternyata Cucu 'Raja Jagal' Nazi

Ini Kisah Perempuan Sukses yang Ternyata Cucu 'Raja Jagal' Nazi
Jakarta, Obsessionnews - Bagaimana rasanya menjadi perempuan sukses dalam karier dan berteman dengan banyak keturunan korban holocaust di Israel saat kuliah, namun mengetahui sang kakek adalah pria paling bertanggung jawab atas tewasnya delapan ribu Yahudi di kamp konsentrasi ? Jennifer Teege, tadinya perempuan kulit hitam ini cuma tahu kalau ibunya berasal dari Jerman dan ayah biologisnya seorang Nigeria. Saat berumur empat minggu, dia ditinggalkan sang ibu kemudian menjadi satu-satunya anak berkulit hitam di sebuah area suburban di Munich, Jerman. Saat dewasa, ketika karirnya mengkilap, di suatu bulan Agustus, saat berkunjung ke perpustakaan demi membaca buku berjudul "I Have to Love My Father, Don't I?", dia kaget sejadi-jadinya. Sebab foto perempuan di sampul buku tersebut adalah ibu biologisnya. Selanjutnya, ayah dari wanita di sampul buku itu, disebutkan bernama Amon Goeth yang merupakan seorang Nazi pemimpin kamp konsentrasi Plaszow, Polandia. Kekagetan Jenifer, lantaran dalam buku tersebut dikisahkan bahwa Goeth adalah pria paling bertanggung jawab atas tewasnya 8 ribu orang Yahudi. Goncangan pun terjadi di jiwanya saat menerima kenyataan itu. Setelah berhasil menerima kenyataan bahwa kakeknya seorang 'raja jagal' Jenifer menuangkan isi hati dan pikirannya ke dalam buku "My Grandfather Would Have Shot Me: A Black Woman Discovers Her Family's Nazi Past". Pasca penulisan buku tuntas kemudian diedarkan secara luas, karir bagus Jenifer di bidang periklanan kemudian ditinggalkan. Dia memilih mendatangi banyak tempat demi menceritakan pengalaman dan kisah hidupnya. Kelahiran Teege Dari Hubungan Gelap Jenifer Teege, lahir dari hubungan diam-diam antara Monika Goeth dengan pelajar asal Nigeria. Ketika berusia empat minggu, Teege dititipkan di sebuah rumah penitipan bayi Katolik di kawasan sub urban Munich, Jerman. Demi menyamarkan identitas, Monika Goeth mengganti namanya menjadi Monika Hertwig. Pertemuan terakhir antara Teege dan Monika terjadi saat Jenifer berusia 21 tahun. Dan, fakta bahwa kakeknya merupakan 'raja jagal' tak pernah diketahui Jenifer hingga 17 tahun kemudian dia menemukan sendiri kenyataan tersebut dari sebuah buku di perpustakaan. Amon Goeth, ditangkap kemudian diekstradisi ke Polandia pada 27 Agustus 1946. Palu hakim Supreme National Tribunal di Krakow, pada 5 September tahun yang sama menjatuhi hukuman gantung atas kejahatan perang serta pembunuhan kejam. Seperti dilansir CNN, Amon dieksekusi pada 13 September 1946, tak jauh dari lokasi kamp Palszow, tempat dia membunuh delapan ribu Yahudi.(Mahbub Junaidi)