Belinda, Top 15 Finalis Dewi-Dewi MNCTV

Ahmad Dhani pentolan Republik Cinta Managemen menggelar audisi pencarian bakat Dewi-dewi Mahadewi melalui stasiun televisi swasta MNC TV yang diselenggarakan di 5 (lima) kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Semarang. Melalui serangkaian seleksi Dewi-dewi, Belinda Winona sosok gadis muda berusia 22 tahun yang berasal dari Palangkaraya berhasil masuk ke dalam 15 besar Top Finalis Dewi-dewi Mahadewi. Belinda mengikuti audisi dari kota Bandung dan berhasil menyisihkan 800 orang peserta yang kemudian diambil 5 (lima) besar sebagai penerima golden tiket untuk mewakili kota Bandung menuju tahap seleksi lanjut di Jakarta. Audisi di Bandung diseleksi langsung oleh pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani, Bebi Romeo, dan Windi Idol di Hotel Papandayan, Bandung.
Proses seleksi yang dijalani Belinda sangat ketat dan melalui beberapa tahap yang menantang. “Disini saya memiliki pesaing yang hebat – hebat, sedangkan juri memilih kita (= Belinda) itu dari karakter suara, karakter wajah, dan lebih bagus lagi jika kepribadianya juga berkarakter “Jelas Belinda (28 Januari 2016 di Jakarta). Proses menuju 15 besar memakan waktu selama 2 (dua) minggu, dari tahap babak eksekusi di 25 besar yang diselenggarakan di The Execution villa milik Ahmad Dhani Puncak Bogor Jawa Barat. Jumlah 25 besar peserta yang terpilih diseleksi lagi menjadi 15 besar dengan menggugurkan 10 peserta yang lainnya. Belin sapaan akrab gadis berambut pirang ini masih berstatus sebagai mahasiswa aktif angkatan 2012 di Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah. Belin adalah anak dari pasangan Santi Paskarina,S.Sos. dan Alm.Jonathan Tuhid Sarjono,ST. ini sudah terkenal mempunyai bakat menyanyi di kampus Unsoed Purwokerto.
Melalui Unit Kegiatan Kampus Besper (Bengkel Seni Pertanian – Fakultas Pertanian Unsoed) Belinda terus mengasah dan mengembangkan kemampuan tarik suaranya sebagai sub divisi Bemper di bagian vokal. Gadis yang memiliki hobby beryanyi, menari, dan bermain gitar ini mengakui memiliki bakat nyanyi sejak kecil. Bakat ini mengalir dari keluarganya yang memiliki keturunan seniman. “Mama Belin memang penyanyi dan punya hobby di musik,” jelasnya. Selain penyanyi, mama dan nenek dari Belinda adalah seorang pelatih paduan suara, seorang komposer, dan musik arranger (seorang arasemen musik) namun tetap mengutamakan dan menjunjung tinggi pendidikan. Gadis yang bercita-cita sebagai seorang penyanyi dan pengusaha ini belajar beryanyi sejak usia 16 tahun. Belajar bernyanyi Belin didapatkan dari ibu dan nenek, karena orang tuanya selalu mengajarkan bagaimana beryanyi yang benar dari segi teknik, dan membuat harmonisasi lagu menjadi versi Belinda sendiri. Ibu dan keluarga Belinda sangat mendukung Belin di pentas Dewi-dewi Mahadewi, karena harapan mereka Belin bisa menjadi penyanyi dan tetap bisa melanjutkan studi sampai jenjang S2.
Belinda mengakui mengalami keterlambatan jam terbang, Belin baru berani bernyanyi pada saat duduk di kelas 1 (satu) SMA. Pada saat itu Belinda ditunjuk secara langsung oleh pihak sekolah untuk mewakili sekolahnya di lomba vokal solo pelajar Telkomsel se Palangkaraya Kalimantan Tengah dengan meraih juara 1 (satu) dan juara favorit. Tak hanya itu, Belinda kembali maju untuk lomba vokal solo rohani mewakili kota Palangkaraya antar kota se provinsi Kalimantan, serta pernah mengikuti audisi Indonesia Idol di kota Purwokerto namun harus berhenti di 10 besar. Selama di kampus Unsoed Purwokerto, Belinda aktif mengikuti berbagai lomba beryanyi di antaranya adalah lomba vokal solo putri Porsemapa tingkat Fakultas Pertanian Unsoed sebagai juara 1 (satu), vokal solo putri di Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsoed bersaing dengan ratusan mahasiswa dengan manyabet juara 1 (satu). Pernah mengikuti lomba Peksimitas (Pekan Seni Mahasiswa Universitas – Unsoed) dengan menjadi juara 3 (tiga) dalam kategori vokal solo putri Pop dan juara 2 (dua) dalam kategori dangdut di tingkat Universitas (Unsoed) mewakili Fakultas Pertanian Unsoed.
Selain itu, gadis keturunan Batak ini juga sering dipanggil untuk mengisi berbagai kegiatan di kampus Unsoed sebagai MC (Master of Ceremony) maupun penyanyi. Tak hanya di dalam kampus, di luar kampus Belinda mencoba untuk menunjukan bakat olah suaranya dengan mengikuti kompetisi menyanyi Bintang Radio yang diselenggarakan oleh RRI Purwokerto Jawa Tengah dan akhirrya keluar sebagai juara 1 (satu). “Padahal saingannya juga berat–berat karena banyak penyanyi yang bertalenta hebat di Purwokerto,” jelasnya. Juara 1 (satu) di RRI Purwokerto mengantarkan Belinda sebagai perwakilan RRI Purwokerto untuk maju ke Bintang Radio Indonesia dan ASEAN yang diselenggarakan di Jakarta dan masuk 15 besar Nasional serta 85 peserta putri perwakilan RRI se-Indonesia dan ASEAN.
Belinda sangat bersyukur kepada Tuhan YME, atas prestasi prestasi yang telah dicapainya. Melalui jalur prestasi seni, Belin juga mendapatkan beasiswa yang ditawarkan langsung oleh pihak pemberi beasiswa yang mengutamakan prestasi seni. Gadis Palangkaraya ini memiliki indeks prestasi komulatif di atas 3,00 dan sampai berita ini diturunkan Belinda masih berstatus aktif sebagai penerima beasiswa dari prestasi prestasi menyanyi yang ditorehkanya. “Beasiswa yang Belin peroleh dari prestasi-prestasi menyanyi sangat membantu Belin dalam biaya kuliah dan kost, jadi bisa meringankan beban orang tua,” terangnya. Perjalanan Belinda sampai tahap 15 TOP Finalis Dewi-dewi tak begitu mulus. Pasalnya Belinda memiliki perjuangan yang luar biasa dari keterbatasan biaya akomodasi selama seleksi di Bandung sampai perihal kostum yang akan dipakai dalam proses seleksi. Tak hanya itu, pengorbanan yang dilakukan untuk sampai tahap 15 Top Finalis Dewi-dewi dilakukanya dengan menunda penelitian, dan menumpang tidur di tempat orang lain selama audisi di Bandung.
Selama audisi di Bandung Belin hanya mengandalkan uang dari sisa beasiswa yang didapatkanya, terik panasnya matahari Bandung tak membuat langkahnya putus, angkot Bandung pun mengantarkanya sampai ke lokasi audisi. Tujuan Belin mengikuti Dewi-dewi Mahadewi ingin menambah jam terbang dan turut andil dalam kemajuan Industri musik Indonesia. Gadis yang lolos dari audisi Bandung ini juga sangat mengagumi karya dan lagu-lagu Ahmad Dhani. Menjadi 15 Top Finalis Dewi-dewi tak membuat Belin berpuas diri. “Belin harus belajar terus karna bakat saja tidak cukup untuk mengantarkanya menjadi juara, practice makes perfect," paparnya. Belinda berharap melalui ajang pencarian bakat Dewi-dewi Mahadewi MNC TV 2016 ini, dia mampu menembus 3 (tiga) besar dan dipilih Ahmad Dhani menjadi Dewi-dewi Mahadewi yang akan berdiri dibawah naungan Republik Cinta Managemen dan Star Media Nusantara. Selain itu, gadis keturunan Batak Jawa ini juga mampu membawa nama baik kampusnya (Unsoed Purwokerto) dan membuat orang – orang di sekelilingnya bangga. Ucapan terimakasih disampaikan kepada keluarga, teman – teman di kampus Unsoed Purwokerto, organisasi dan semua pihak kampus Unsoed Purwokerto yang telah memberikan dukungan moril. Kepada pihak Kampus Unsoed Purwoketo, Belin mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan. “Belin sangat bersyukur bisa membanggakan dan membawa nama Fakultas Pertanian Unsoed ke tingkat Nasional,” ujarnya. Belinda juga mengharapkan dukungan pada penampilan perdananya di stasiun televisi swasta MNC TV pada Selasa, tanggal 02 Februari 2016 pukul 21.00 WIB. di konser Galashow Dewi-Dewi Mahadewi 2016. (Aziz Muslim)
Proses seleksi yang dijalani Belinda sangat ketat dan melalui beberapa tahap yang menantang. “Disini saya memiliki pesaing yang hebat – hebat, sedangkan juri memilih kita (= Belinda) itu dari karakter suara, karakter wajah, dan lebih bagus lagi jika kepribadianya juga berkarakter “Jelas Belinda (28 Januari 2016 di Jakarta). Proses menuju 15 besar memakan waktu selama 2 (dua) minggu, dari tahap babak eksekusi di 25 besar yang diselenggarakan di The Execution villa milik Ahmad Dhani Puncak Bogor Jawa Barat. Jumlah 25 besar peserta yang terpilih diseleksi lagi menjadi 15 besar dengan menggugurkan 10 peserta yang lainnya. Belin sapaan akrab gadis berambut pirang ini masih berstatus sebagai mahasiswa aktif angkatan 2012 di Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah. Belin adalah anak dari pasangan Santi Paskarina,S.Sos. dan Alm.Jonathan Tuhid Sarjono,ST. ini sudah terkenal mempunyai bakat menyanyi di kampus Unsoed Purwokerto.
Melalui Unit Kegiatan Kampus Besper (Bengkel Seni Pertanian – Fakultas Pertanian Unsoed) Belinda terus mengasah dan mengembangkan kemampuan tarik suaranya sebagai sub divisi Bemper di bagian vokal. Gadis yang memiliki hobby beryanyi, menari, dan bermain gitar ini mengakui memiliki bakat nyanyi sejak kecil. Bakat ini mengalir dari keluarganya yang memiliki keturunan seniman. “Mama Belin memang penyanyi dan punya hobby di musik,” jelasnya. Selain penyanyi, mama dan nenek dari Belinda adalah seorang pelatih paduan suara, seorang komposer, dan musik arranger (seorang arasemen musik) namun tetap mengutamakan dan menjunjung tinggi pendidikan. Gadis yang bercita-cita sebagai seorang penyanyi dan pengusaha ini belajar beryanyi sejak usia 16 tahun. Belajar bernyanyi Belin didapatkan dari ibu dan nenek, karena orang tuanya selalu mengajarkan bagaimana beryanyi yang benar dari segi teknik, dan membuat harmonisasi lagu menjadi versi Belinda sendiri. Ibu dan keluarga Belinda sangat mendukung Belin di pentas Dewi-dewi Mahadewi, karena harapan mereka Belin bisa menjadi penyanyi dan tetap bisa melanjutkan studi sampai jenjang S2.
Belinda mengakui mengalami keterlambatan jam terbang, Belin baru berani bernyanyi pada saat duduk di kelas 1 (satu) SMA. Pada saat itu Belinda ditunjuk secara langsung oleh pihak sekolah untuk mewakili sekolahnya di lomba vokal solo pelajar Telkomsel se Palangkaraya Kalimantan Tengah dengan meraih juara 1 (satu) dan juara favorit. Tak hanya itu, Belinda kembali maju untuk lomba vokal solo rohani mewakili kota Palangkaraya antar kota se provinsi Kalimantan, serta pernah mengikuti audisi Indonesia Idol di kota Purwokerto namun harus berhenti di 10 besar. Selama di kampus Unsoed Purwokerto, Belinda aktif mengikuti berbagai lomba beryanyi di antaranya adalah lomba vokal solo putri Porsemapa tingkat Fakultas Pertanian Unsoed sebagai juara 1 (satu), vokal solo putri di Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsoed bersaing dengan ratusan mahasiswa dengan manyabet juara 1 (satu). Pernah mengikuti lomba Peksimitas (Pekan Seni Mahasiswa Universitas – Unsoed) dengan menjadi juara 3 (tiga) dalam kategori vokal solo putri Pop dan juara 2 (dua) dalam kategori dangdut di tingkat Universitas (Unsoed) mewakili Fakultas Pertanian Unsoed.
Selain itu, gadis keturunan Batak ini juga sering dipanggil untuk mengisi berbagai kegiatan di kampus Unsoed sebagai MC (Master of Ceremony) maupun penyanyi. Tak hanya di dalam kampus, di luar kampus Belinda mencoba untuk menunjukan bakat olah suaranya dengan mengikuti kompetisi menyanyi Bintang Radio yang diselenggarakan oleh RRI Purwokerto Jawa Tengah dan akhirrya keluar sebagai juara 1 (satu). “Padahal saingannya juga berat–berat karena banyak penyanyi yang bertalenta hebat di Purwokerto,” jelasnya. Juara 1 (satu) di RRI Purwokerto mengantarkan Belinda sebagai perwakilan RRI Purwokerto untuk maju ke Bintang Radio Indonesia dan ASEAN yang diselenggarakan di Jakarta dan masuk 15 besar Nasional serta 85 peserta putri perwakilan RRI se-Indonesia dan ASEAN.
Belinda sangat bersyukur kepada Tuhan YME, atas prestasi prestasi yang telah dicapainya. Melalui jalur prestasi seni, Belin juga mendapatkan beasiswa yang ditawarkan langsung oleh pihak pemberi beasiswa yang mengutamakan prestasi seni. Gadis Palangkaraya ini memiliki indeks prestasi komulatif di atas 3,00 dan sampai berita ini diturunkan Belinda masih berstatus aktif sebagai penerima beasiswa dari prestasi prestasi menyanyi yang ditorehkanya. “Beasiswa yang Belin peroleh dari prestasi-prestasi menyanyi sangat membantu Belin dalam biaya kuliah dan kost, jadi bisa meringankan beban orang tua,” terangnya. Perjalanan Belinda sampai tahap 15 TOP Finalis Dewi-dewi tak begitu mulus. Pasalnya Belinda memiliki perjuangan yang luar biasa dari keterbatasan biaya akomodasi selama seleksi di Bandung sampai perihal kostum yang akan dipakai dalam proses seleksi. Tak hanya itu, pengorbanan yang dilakukan untuk sampai tahap 15 Top Finalis Dewi-dewi dilakukanya dengan menunda penelitian, dan menumpang tidur di tempat orang lain selama audisi di Bandung.
Selama audisi di Bandung Belin hanya mengandalkan uang dari sisa beasiswa yang didapatkanya, terik panasnya matahari Bandung tak membuat langkahnya putus, angkot Bandung pun mengantarkanya sampai ke lokasi audisi. Tujuan Belin mengikuti Dewi-dewi Mahadewi ingin menambah jam terbang dan turut andil dalam kemajuan Industri musik Indonesia. Gadis yang lolos dari audisi Bandung ini juga sangat mengagumi karya dan lagu-lagu Ahmad Dhani. Menjadi 15 Top Finalis Dewi-dewi tak membuat Belin berpuas diri. “Belin harus belajar terus karna bakat saja tidak cukup untuk mengantarkanya menjadi juara, practice makes perfect," paparnya. Belinda berharap melalui ajang pencarian bakat Dewi-dewi Mahadewi MNC TV 2016 ini, dia mampu menembus 3 (tiga) besar dan dipilih Ahmad Dhani menjadi Dewi-dewi Mahadewi yang akan berdiri dibawah naungan Republik Cinta Managemen dan Star Media Nusantara. Selain itu, gadis keturunan Batak Jawa ini juga mampu membawa nama baik kampusnya (Unsoed Purwokerto) dan membuat orang – orang di sekelilingnya bangga. Ucapan terimakasih disampaikan kepada keluarga, teman – teman di kampus Unsoed Purwokerto, organisasi dan semua pihak kampus Unsoed Purwokerto yang telah memberikan dukungan moril. Kepada pihak Kampus Unsoed Purwoketo, Belin mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan. “Belin sangat bersyukur bisa membanggakan dan membawa nama Fakultas Pertanian Unsoed ke tingkat Nasional,” ujarnya. Belinda juga mengharapkan dukungan pada penampilan perdananya di stasiun televisi swasta MNC TV pada Selasa, tanggal 02 Februari 2016 pukul 21.00 WIB. di konser Galashow Dewi-Dewi Mahadewi 2016. (Aziz Muslim) 




























