'Pengantin' Dijamin Tidak Akan Masuk Surga

'Pengantin' Dijamin Tidak Akan Masuk Surga
Bandung, Obsessionnews - 'Pengantin' dijamin tidak akan masuk surga. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Fatwa MUI Kota Bandung KH Maftuh Khalil saat menyampaikan khutbah shalat Jumat (29/1/2016) di Mesjid Al-Ukhuwah, Kota Bandung. "Pengantin" yang dimaksud adalah teroris yang bunuh diri dengan menggunakan bom bunuh diri, seperti halnya yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. "Islam tak pernah mengajarkan bunuh diri maupun membunuh orang lain dengan alasan apa pun. Keyakinan bahwa bom bunuh diri akan membawa kepada surga hanyalah kesesatan belaka," tegasnya. Islam hanya membolehkan membunuh dalam keadaan perang, karena alasan mengganggu jiwa sendiri apabila lawan tidak dibunuh. Dan hal itu tidak dilakukan kepada warga sipil, usia lanjut, anak-anak dan mereka yang menyatakan sudah menyerah. "Kalau di Thamrin kan serampangan siapapun jadi korban. Bahkan seorang sopir taksi yang kesehariannya ketua Dewan Kemakmuran Masjid turut jadi korban. Sopir taksi inilah yang lebih pas untuk masuk surga," tandasnya. [caption id="attachment_94070" align="aligncenter" width="640"]Ilustrasi bom bunuh diri. (muslimmedianews) Ilustrasi bom bunuh diri. (muslimedianews)[/caption] Selain dalam peperangan, lanjut Maftuh, membunuh diperbolehkan kepada orang murtad, berzina dalam keadaan mempunyai suami atau istri. Namun itu pun dilakukan oleh penguasa negeri, bukan oleh perorangan maupun oleh Ormas. Menurutnya, Islam memandang sangat luas dan luwes agar seseorang dapat masuk ke surga, seperti digambarkan oleh Hadits bahwa seorang pelacur dapat masuk surga karena menolong seekor anjing yang kehausan. Namun, di sisi lain seorang yang rajin beribadah, membiarkan kucingnya tidak diberi makan sampai mati, akhirnya orang ahli ibadah itu pun masuk neraka. Maftuh menambahkan, warga Kota Bandung jangan sampai terbawa ajakan yang mengiming-imingi berjihad yang ujung-ujungnya membunuh orang. Karena jihad sendiri memiliki makna yang sangat luas termasuk bekerja, sekolah dan menjadi ibu rumah tangga. (Dudy Supriyadi)