Eks Gafatar Disarankan Cuci Otak Ulang

Eks Gafatar Disarankan Cuci Otak Ulang
Semarang, Obsessionnews - Sebagian masyarakat menganggap doktrin ajaran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sulit dihilangkan. Namun, ada satu cara yang mungkin dilakukan untuk mengembalikan mereka seperti sedia kala. "Kita cuci otak ulang," tegas psikolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Hastaning Sakti, saat ditemui wartawan usai berdialog dengan Kesbangpolinmas Jateng di Gedung Teater Fisip Undip, Rabu (27/1/2016). Menurutnya, upaya cuci otak ulang dapat diberikan bagi orang-orang mantan Gafatar. Namun, jangka waktu lima hari karantina di asrama haji Donohudan, Kabupaten Boyolali dinilainya tidak cukup. Sebab, tingkat kesadaran per individu berbeda-beda. "Itu tergantung orangnya. Ada yang cepat sadar namun ada pula yang lambat lambat (sadarnya). Kalau yang cepat sadar ya dikembalikan ke keluarganya enggak apa-apa," terang dia. Cuci otak ulang, lanjutnya, penting dilakukan mengingat pola pikir mereka sudah tidak mampu berpikir rasional. Seperti diketahui, banyak dari merka meninggalkan keluarga, tak terkecuali istri, suami dan anak. "Karena itulah, cuci otak ulang harus dilakukan di tempat transit mereka setelah dipulangkan dari Mempawah. Selama-lamanya sampai dia sadar," kata Adnan. Cuci otak sendiri dapat diterapkan tim trauma healing melalui ilmu keagamaan. Semisal, bagi yang muslim diajak membaca Al Qur’an, sedangkan Nasrani dibawa ke gereja ataupun dengan teknik keagamaan lain. "Cuci otak ulang harus dilakukan lewat agama yang mereka anut sebelumnya. Lalu perlu dikasih tahu kalau tanggungjawab suami atas istri jauh lebih besar ketimbang tanggungjawab memperjuangkan Islam secara keseluruhan," sambungnya. Ia mengimbau, masyarakat di tiap daerah supaya mempersiapkan diri menerima para eks Gafatar kembali ke kampung. Pihaknya menyarankan tiap pemerintah daerah mengantarkan eks anggota Gafatar di masjid dan gereja agar yang bersangkutan mudah membaur. (Yusuf IH)