Ekonomi Melambat, SMF Malah Raup Untung Rp249 miliar

Ekonomi Melambat, SMF Malah Raup Untung Rp249 miliar
Jakarta, Obsessionnews - Meskipun perekonomian masih melambat, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF justru meraup untung Rp249 miliar. Atau naik 44% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp173 miliar. "Pencapaian tersebut terhitung cukup baik mengingat kondisi ekonomi dalam negeri yang melambat di tahun 2015. Pendapatan laba yang diperoleh SMF di tahun 2015 begitu signifikan, meskipun bukan merupakan indikator kinerja utama," ujar Dirut PT SMF (Persero) Raharjo Adisusanto kepada wartawan di kantornya, Kamis (28/01/2016).Baca juga:REI, BTN, Mowilex Bagi-bagi Rumah Ekonomi Melambat, Kinerja BTN Justru Meningkat Raharjo menambahkan, total pembiayaan dengan mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman, tahun lalu mencapai Rp3,71 triliun. “Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan sampai dengan 31 Desember 2015, mencapai Rp20,25 triliun meningkat 22% dari tahun sebelumnya yaitu Rp16,54 triliun,” Dicapai melalui kegiatan sekuritisasi sebesar Rp200 miliar dan penyaluran pinjaman sebesar Rp3,51 triliun sehingga aset SMF di tahun 2015 menembus angka Rp10 triliun, yaitu sebesar Rp10,06 triliun. Posisi penyaluran menjadi Rp7,84 triliun, naik 21% dari tahun sebelumnya sebesar Rp6,50 triliun. Adapun, laba bersih di tahun 2015 mencapai Rp249 miliar, . Dia menjelaskan pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan. "Selama tahun 2015 SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp1,57 triliun melalui penerbitan obligasi PUB III tahap 1 sebesar Rp500 miliar;PUB III tahap II Rp427 miliar;dan tahap III Rp600 miliar. Sampai dengan akhir tahun 2015 posisi (outstanding) surat utang SMF mencapai Rp4,78 triliun," ujarnya. "Hal tersebut sesuai mandat pendirian SMF dalam Pepres 1/2008 Jo.19/2005 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23/POJK.04/2014 sekaligus memperkuat pasar keuangan Indonesia serta mendukung pengembangan basis investor domestik," pungkas Raharjo. (rez)