Bos Chiropractic Asal Australia Ditangkap Polisi

Bos Chiropractic Asal Australia Ditangkap Polisi
Jakarta, Obsessionnews - Penyelidikan kasus malpraktek di klinik Chiropratic terus dikembangkan. Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah menangkap dua warga Australia. Mereka diduga kuat punya masalah terkait izin operasi klinik Chiropratric. Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, Komjen Pol Khrisna Murti, mengatakan‎, penangkapan dilakukan pada Rabu 27 Januari 2016. Kedua warga Australia tersebut yakni, Antony Dawson dan Thomas Dawson. Mereka sempat kabur, dari kejaran Polisi. "Antony ini sebagai pemilik, sedangkan Thomas sebagai dokter. Mereka punya enam klinik di Jakarta, dan satu di Bali," katanya, Kamis (28/1/2016). [caption id="attachment_87870" align="aligncenter" width="640"]Chiropractic First Pondok Indah disegel aparat. Chiropractic First Pondok Indah disegel aparat.[/caption] Adapun lokasi klinik yang dimiliki kedua pelaku di antaranya berada di ruko Dharmawangsa, Pacific Palace, ruko Permata, dan Gandaria City. Kini Polisi masih melakukan pendataan ulang. "Lebih lengkapnya akan kami rilis nanti pukul 11.00," ucap Krishna. Kasus malpraktek di Klinik Chiropratic pertama kali mencuat ketika Allya Siska Nadya‎ diduga mati karena ada kesalahan medis yang dilakukan oleh dr Randall Cafferty, yang bertugas di klinik Chiropratic Pondok Indah. Polisi kemudian menetapkan dr Randall sebagai tersangka. Kini dr Randall tengah menjadi buronan Polisi. Sebab, Randall diketahui sudah melarikan diri ke Amerika Serikat. [caption id="attachment_87436" align="aligncenter" width="600"]Randall Cafferty Randall Cafferty[/caption] Polda-FBI Buru Randall di Los Angeles Bagaimana kabar pemburuan dokter Randall Cafferty, tersangka kasus mal praktik meninggalnya Allya Siska Nadya? Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, pihaknya terus berkoordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI). “Kami sedang koordinasi dg FBI terkait kasus mall praktek klinik chiropractic,” ujar Krishna Murti, lewat akunnya @krishna_bd di twitter.com, Rabu (20/1/2016). Namun, Krishna yang kini ngetop lewat aksi beraninya dalam kontak tembak dengan teroris di depan Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1) lalu, enggan berkomentar lebih jauh. Sebelumnya, Randall telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Begitu juga pemilik Cheropractic Firs. “Ini diproses, kami kejar terus sampai siapa yang memiliki ini, yang mengelola ini. Nanti pada waktunya dibawa juga ke pidana. Jadi yang bertanggung jawab adalah pemiliknya,” ujar Krishna, Senin (18/1). Krishna mengatakan, proses ini sedang berjalan. “Nah si Randallnya sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya. Dia menjelaskan, nanti kalau Randall tertangkap, kemudian pihaknya akan tanya bahwa Randall dipekerjakan dengan kontrak seperti ini, digaji dan sebagainya. “Proses ini yang nantinya kita rangkai ke atas, dan yang atas harus bertanggung jawab,” katanya. Menurut Krishna, hal ini harus tegas dilakukan kepada perusahaan-perusahaan Chiropraktic yang ilegal. “Harus tegas kepada siapa pun pengelola praktik-praktik kesehatan ilegal,” pungkasnya. Seperti diketahui, Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2015). Dia diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan terapis asal Amerika Serikat, dr Randall Cafferty, di Chiropractic First kawasan Pondok Indah Mal, Jakarta, Kamis (6/8). Kasus dugaan malpraktik ini pertama kali diberitakan di situs berita Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, baru kemudian diberitakan oleh berbagai media massa. (Albar)