Atap Sekolah Rusak, Siswa Belajar Di Tenda Darurat

Padang, Obsessionnews - Siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 13 Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terpaksa belajar di tenda darurat, karena ruang kelas rusak akibat diterjang badai. Angin kencang yang terjadi selama dua hari berturut-turut pada Minggu- Senin (24-25/1), delapan dari 24 ruang kelas berikut ruang perlengkapan sekolah, rusak. Atap sekolah yang terbuat dari seng diterbangkan angin kencang, sehingga atap sekolah bolong. Kondisi yang dihadapi, 705 lima siswa sekolah tersebut terpaksa belajar di tenda darurat yang didirikan dihalaman sekolah. Proses belajar mengajar yang dilaksanakan Kamis (28/1) adalah hari pertama setelah sekolah yang sudah berumur 20 tahun itu rusak saat badai menghantam sekolah tersebut. Ditengah kondisi yang terbatas, siswa belajar dalam suasana berdesak-desakan. Meski panas pada saat terik matahari dan kedinginan ketika hujan turun, siswa tetap semangat mengikuti proses belajar mengajar. Kepala SMA Negeri 13, Azwarman mengatakan, proses belajar mengajar dilaksanakan dua shif, masing-masing masuk pagi dan siang. "Siswa kelas 11 dan 12 masuk pagi sedangkan siswa kelas 10 masuk siang," kata Azwarman, Kamis (28/1) Para guru juga terpaksa mengajar ekstra, karena selain mengajar pagi hari, juga mengajar siang hingga sore hari. Azwarman meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang untuk menambah tenda, karena yang tersedia belum mencukupi. Siswa belajar ditenda darurat, karena tidak memungkinkan belajar dalam ruang kelas. Selain atap sudah bolong dikhawatirkan akan membahayakan untuk siswa. (Musthafa Ritonga)





























