Wah, KPK 'Dikepret' DPR yang Marah Digeledah

Jakarta, Obsessionnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (27/1/2016). Dalam rapat tersebut, KPK dicecar masalah penggeledahan oleh Penyidik KPK di DPR, yang sempat memicu ketegangan dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah beberapa waktu yang lalu. Alih-alih mendukung KPK dalam memberantas korupsi, sejumlah anggota Komisi III DPR tetap saja mempermasalahkan, sikap KPK yang menggandeng Brimob dalam melakukan penggeledahan di DPR. Cara KPK dianggap tidak menghargai wibawa DPR. "Kami tetap dalam posisi mendukung KPK dalam memberantas korupsi. Namun, penangananya tentu harus ada etika, terlebih bila bersinggungan antar lembaga negara," ujar anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Sumi Dasco Ahmad. Sementara itu, anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Didik Mukriyanto, mengatakan sebagai lembaga penegak hukum, KPK mestinya punya aturan dalam melakukan penindakan. Namun, sering kali dalam pelaksanaannya, sering kali pimpinan KPK berbeda pandangan. "Jadi KPK ini sering bikin heboh di media," kilahnya. Menurutnya, dengan kewenangannya itu kata dia, KPK harusnya bisa menjalan aturan dengan baik, sehingga tidak memicu kontrofersi. Seperti, soal penggeledahan di DPR, ternyata dalam penggeledahan itu KPK tidak meminta izin dulu kepada Sekretariat Jenderal atau pimpinan DPR. "Harus jelas, yang digeledah siapa, waktu kapan? Jangan sampai penegak hukum melanggar hukum," katanya. Sementara itu, anggota dari Partai Amanat Nasional, Daeng Muhammad menambahkan, keberhasilan KPK tidak diukur dari banyaknya pejabat masuk penjara karena korupsi. "Saya mengingatkan, keberhasilan KPK tidak bisa diliat dari banyaknya orang masuk penjara," katanya. Daeng kembali menekankan, pentingnya KPK dalam melakukan pencegahan, dibanding penindakan. Ia tidak menyebut penindakan tidak penting. Namun, pencegahan itu salah satu fungsi KPK yang harus ditonjolkan. "Jadi saya mengingatkan lagi, selain koordinasi, supervisi, dan penindakan, KPK juga punya fungsi pencegahan. Saya liat pencegahan masih lemah," jelasnya. (Albar)





























