Separuh Pengungsi Gafatar Psikologisnya Tertekan

Semarang, Obsessionnews - Sebanyak 50% eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang saat ini berada di asrama haji Donohudan, Kabupaten Boyolali mengalami tekanan psikologis, akibat terkena imbas pembakaran kampung Gafatar di Kabupaten Menpawah, Kalimantan Barat.
Kepala Bagian Psikologi Polda Jateng, AKBP Agus Yulianto, mengatakan, mereka kebanyakan mengalami gejala psikologis seperti merenung, tidak ceria, dan berdiam diri. "Kebanyakan dialami orang dewasa. Separuh dari mereka terindikasi gejala tekanan psikologis," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (27/1/2016).
Penyebabnya bermacam-macam. Antara lain kehilangan rumah, goncangan mental, trauma akibat kehilangan harta benda. Tingkat penyembuhan pun tergantung masing-masing.
"Mereka sudah sekian tahun disana, mereka nyaman dan harus pindah lagi. Itu tekanan tersendiri bagi mereka," jelas dia.
Saat ini, Polda Jateng menurunkan sebanyak 9 personil psikolog dan 4 non psikolog guna melakukan trauma healing untuk 1.000 eks Gafatar, kloter kedua yang datang malam ini. Tim akan melakukan observasi bagi pengungsi begitu turun dari kapal.
Sementara di Donohudan, tim kesehatan Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Solo sedang menangani masalah psikologis pengungsi lebih dalam. Jika kondisi mental salah seorang pengikut aliran sesat terlalu parah, maka pihaknya akan merujuk ke Rumah Sakit Jiwa terdekat.
"Terimalah mereka apa adanya, seolah-olah mereka tidak ada apa-apa. Ini kan warga kita yang sedang "kelupaan"," pungkasnya. (Yusuf IH)





























