Mendag: Meski Bursa AS dan Cina Anjlok, Rupiah Stabil

Jakarta, Obsessionnews - Banyak perubahan besar di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Khususnya, kebijakan ekonomi serta stabilitas politik nasional. Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, pemerintahan dan situasi domestik sudah lebih jauh terkonsolidasi. Misalnya saja kondisi politik. Setelah 10 tahun membutuhkan penyesuaian luar biasa, baik gaya serta paradigma, Presiden Jokowi justru membawa perubahan drastis. "Kestabilan ekonomi sudah mulai terlihat di tahun 2016 meski tahun lalu ekonomi sempat mengalami perlambatan," kata dia dalam pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (27/1). "Akhirnya jadi optimis. Di 2015 selalu menolak optimis dengan berbagai banyak tantangan eksternal dan internal. Saya selalu imbau kewaspadaan dan kehati-hatian, agak konservatif ekonomi di 2015. Dan 2016 akhirnya optimistis, meskipun masih waspada," jelas dia. Beberapa bukti kestabilan ekonomi yang disodorkan Lembong antara lain, nilai tukar rupiah mulai menguat dan pasar modal di awal tahun juga membaik. "Di tiga minggu 2016 bursa saham di Amerika, China anjlok. Tapi meskipun begitu, ternyata rupiah stabil-stabil saja toh, pasar saham kita juga walaupun merosot, tapi kagum bisa bertahan di saat gejolak," jelas Lembong. Hal ini menurut Lembong, jadi pertanda baik kalau kepercayaan di dalam negeri sudah terbangun. Akhirnya, investor melirik potensi yang ada di Indonesia. (Mahbub Junaidi)





























