Gardah Meminta Gafatar Diusir

Gardah Meminta Gafatar Diusir
Bandung, Obsessionnews - Markas Komando Pusat Gerakan Pagar Aqidah (Gardah) mendesak pemerintah untuk mengusir Gafatar dari negeri ini. Desakan ini disampaikan Ketua Umum Gardah, Suryana Nurfatwa. Rabu (27/1/2016). Suryana menjelaskan setelah Mafhul M Tumanurung petinggi Gafatar pada 26-01-2016 di gedung YLBHI Jalan Diponegoro Jakarta, menyatakan Gafatar keluar dari Islam dan menganut agana Millah Ibrahim yang ajarannya menggabungkan Qur'an dan bibel. Menurutnya, mengapa harus diusir dari negeri ini, karena Gafatar setelah kafir KTP-nya harus dicabut karena menganut agama yang tidak resmi di Indonesia, sama dengan agama Bahai, berarti dia adalah penduduk ilegal di negeri ini. Apalagi, jelas Suryana Gafatar menganut konsep aliran sesat KW 9 yang mewajibkan hijrah untuk mendirikan negeri sendiri berarti akan makar kepada NKRI. "Mengapa ISIS dikejar dan dipenjarakan sementara Gafatar tidak, padahal sama-sama bahaya kalau dipandang dari kacamata sistem negeri yg berdasar pancasila ini, " tegasnya. Meskipun Gafatar, timpalnya tidak melakukan pemboman tapi dia tetap makar, karena Gafatar juga sudah melanggar SK Menag No. 70/1974 karena menyiarkan agama kepada yang sudah beragama, faktanya yang direkrut adalah warga Muslim, berarti pula sudah melakukan pemurtadan. Dalam hal ini pendeta Robert P Walean harus diminta pertanggung jawaban dimeja hukum karena dia adalah konseptor ajaran ini. "Memang bagus Gafatar keluar dari Islam, daripada ada di Islam hanya mengotori kesucian ajaran Islam, sehingga di cap aliran sesat dan sekarang statusnya kafir," ujarnya. Sudah diprediksi sejak lama, bahwa seluruh aliran buatan Robert P Walean ujung-ujungnya murtad baik Alqiyadah yang jadi Gafatar maupun Islam Hanif atau Millah Ibrahim karena aliran tersebut hanya jembatan memurtadkan kaum muslimin. (Dudy Supriyadi)