80 Persen Harga Komoditas Bakal Terus Terpuruk

80 Persen Harga Komoditas Bakal Terus Terpuruk
Jakarta, Obsessionnews - Suplai komoditas utama dunia seperti minyak mentah sudah sangat melimpah. Diiringi pelemahan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara emerging market, tingkat permintaan pun anjlok. Dari situ, Bank Dunia berasumsi kalau 80 persen harga komoditas bakal terus terpuruk. Pada Selasa (26/1) kemarin, Bank Dunia mengumumkan laporan yang menyebutkan kalau harga minyak dunia paling top menempati harga 37 dolar AS perbarel. Padahal pada Oktober 2015 lalu, harga tersebut masih diperkirakan bertahan di angka 51 dolar AS tiap barelnya. Salah satu alasan utama anjloknya harga minyak, lantaran Iran masih berencana melakukan ekspor dengan jumlah besar diiringi tingginya tingkat produksi Amerika Serikat. Asal tahu saja, pada 2015 lalu, harga minyak sudah melorot sampai 47 persen. Ramalan terbaru menyebutkan, angka tersebut bakal terus jatuh dengan jumlah rata-rata penurunan sebesar 27 persen di tahun 2016 ini. Namun, Bank Dunia juga melihat ada peluang perbaikan harga minyak dunia. Sebab penurunan harga di tahun lalu dan tahun ini tidak sepenuhnya berdasar fundamental yakni, permintaan dan pasokan. Selanjutnya, mahalnya ongkos produksi membuat kerugian hingga pemangkasan produksi. Situasi ini, bakal mengurangi jumlah yang saat ini masih membanjiri pasar. Kalau pertumbuhan moderat terjadi pada ekonomi global, Bank Dunia menyatakan permintaah minyak bakal meningkat. Dan secara otomatis, harga bakal terangkat. Di bulan Januari 2016 ini, harga minyak dunia bahkan sempat anjlok hingga berada di posisi 28 dolar AS tiap barelnya. Dan ini, termasuk paling rendah sejak tahun 2003. Ekspektasi menyebutkan, pasar bakal dibanjiri lagi oleh suplai dari Iran setelah sanksi internasional dicabut.(Mahbub Junaidi)