37 dari 46 Jenis Komoditas Direvisi Harganya

Jakarta, Obsessionnews - Selain harga komoditas utama seperti minyak, seluruh komoditas lain juga diperkirakan bakal anjlok harganya berbarengan dengan membengkaknya pasokan dan turunnya permintaan dari negara emerging market. Bank Dunia dalam rilis resminya pada Selasa (26/1) menyatakan, 37 dari 46 jenis komoditas utama dunia yang terus dipantau harganya direvisi lagi. Sejak tahun 2000, pertumbuhan permintaan komoditas didominasi negara-negara emerging market. Makanya, saat ekonomi melambat, langsung saja menohok harga komoditas. Memang, konsumen di negara pengimpor bakal untung. Namun produsen bakal menderita dengan kejatuhan harga tersebut. Sebab komoditas non energi saja harganya diperkirakan bakal turun 3,7 persen di tahun 2016. Sementara harga logam anjlok sampai 10 persen setelah sempat melorot hingga 21 persen di tahun 2015 lalu. Selanjutnya, harga komoditas pertanian juga diramalkan turun 1,4 persen setelah ada kecemasan terhadap el-nino (kemarau berkepanjangan) di sejumlah kawasan. (Mahbub Junaidi)





























