Dikunjungi Menkop, Dewi Saraswati Ingin Go Internasional Lagi

Surabaya, Obsessionnews - Putu Sulistiani Prabowo, Owner and Designer Brand Batik Dewi Saraswati Surabaya menerima kunjungan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga bersama rombongan. Pertemuan Putu dengan Menkop karena keduanya menjalin mitra kerja sama. Saat ditemui di lokasi usahanya di Jalan Jemursari Utara II/19, Surabaya, Jawa Timur perempuan berdarah Bali itu pun tengah sibuk menjelaskan dan mengantar Menkop Puspayoga berkeliling dan melihat proses membatik para perajin yang dipekerjakan. Walaupun cenderung menurun akan tetapi Putu tetap saja bangga kerja kerasnya selama ini membuahkan keuntungan yang lumayan besar, setiap bulan uang yang diperoleh dari hasil usahanya itu berkisar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Penyebab menurunnya omset penjualan diantaranya karena banyaknya event pameran hasil kerajinan sejenis batik di dalam negeri. Kendati bermanfaat secara promotif, namun juga menyebabkan semakin mudahnya batik dalam berbagai jenis ditemukan di pasaran. Untuk itu Perajin yang mengawali kiprahnya di dunia batik sejak 13 september 2004 ini meminta Kemenkop lebih sering memfasilitasinya mengikuti event internasional di berbagai negara. "2016 belum tahu kita difasilitsi ke mana karena UKM ini harus diberi kesempatan untuk dipromosi baik di dalam maupun luar negeri karena batik sudah menjadi identitas bangsa Indonesia jadi harus dipromosikan," kata Putu ketika ditanya wartawan, Senin (25/1/2016). Tahun lalu berkat bantuan dari Kemenkop, Putu ikut pameran di Italia, Swiss, Australia dan Jerman. Ia menyadari tak gampang memang harus bersaing di pasar luar negeri. Tak hanya berinovasi dalam setiap desain motif batik, Putu Sulistiani juga berkreasi dalam desain baju berkelas dari kain batik miliknya agar lebih mudah dilirik buyer. "Dari segi kualitas tentunya yang harus disiapkan, mungkin juga mode yang kita bawa harus menyesuaikan dengan seleranya masyarakat di negara yang kita tuju, misalnya ke Eropa itu beda dengan Australia. Seleranya beda baik dari sisi warna maupun model yang kita bawa," ungkapnya. Putu mengaku belum memiliki pakem khusus dalam motif batik yang dibuatnya. Mengambil ide dasar batik khas Jatim dengan desain utama bunga teratai dan ayam bekisar, Putu Sulistiani mengkreasikan dua maskot batik Jatim tersebut. Salah satu jenis desain batik yang diberinya nama Surya Majapahit, menggambarkan bunga teratai dengan delapan penjuru mata angin. "Lebih banyak diminati negara-negar Eropa. Kemarin Swiss bagus pasarnya, Australia kurang," lanjut dia. (Has)





























