BI Yakin Rupiah Tak Bakal Terdepresiasi Tajam

Jakarta, Obsessionnews – Tekanan ekonomi eksternal sudah mereda. Bahkan, prospek positif dengan berlanjutnya pemulihan di dalam negeri sudah terlihat. Makanya, Bank Indonesia (BI) meyakini kalau nilai tukar rupiah tak bakal terdepresiasi tajam. Tekanan eksternal tersebut, salah satunya adalah kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang sejauh ini dapat diantisipasi. BI juga memproyeksikan bakal terjadii empat kali kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) di setiap triwulan dengan akumulasi besaran 100 basis poin. Dalam paparannya di Standard Chartered Global Research Briefing 2016, Jakarta, Senin (25/1), Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan bahwa tekanan eksternal yang mereda serta perbaikan ekonomi domestic membuat nilai tukar rupiah cenderung stabil pada semester pertama tahun ini hingga menguat di semester kedua 2016. Selain kenaikan suku bunga The Fed, tekanan juga datang dari perlambatan ekonomi Cina. Perry bilang, Bank Sentral Cina tetap akan menjaga stabilitas yuan di pasar keuangan dengan tidak melakukan devaluasi secara berlebihan. Namun, meski ‘angin segar’ sudah terasa, Perry mengakui kalau masih ada sumber-sumber tekanan dari luar yang bisa menekan pasar keuangan domestic. Dia bilang, perbaikan structural ekonomi Indonesia bakal meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya di pasar keuangan tanah air. (Mahbub Junaidi)





























