Inilah Pemaparan Kapolri Hasil Penyelidikan Bom Thamrin

Jakarta, Obsessionnews - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memaparkan hasil penyelidikan Polri sejak terjadi bom Thamrin pada Kamis (14/1). Hasil ini kerjasama antara Densus 88 dan Polda Metro Jaya. Dari pemaparan tersebut, Badrodin mengatakan, korban yang meninggal dunia ada 8 orang dan 33 korban luka. "Dari 8 itu, 4 pelaku, 4 warga sipil. 1 WNA. 5 luka anggota Polri. Sekarang yang dirawat 3, 2 polri dan 1 warga," ujar Badrodin di Jakarta, Sabtu (23/1/2016). Hasil penyelidikan tim Densus, sudah ditangkap 19 orang. 18 diantaranya penahanan dan 1 dikembalikan, karena tak cukup bukti. "Diantara 18 ini ada 6 yang kita bon dari Lapas, karena menjalani hukuman di Lapas tangerang dan Nusakambangan," tutur Badrodin. Dari 18 itu, lanjut dia, 6 adalah terkait kasus bom Jl Thamrin. Di starbucks dan pospol. "6 itu adalah DS alias YY, alias IA alias DD dari cirebon, perannya membeli tabung gas untuk casing bom di Jl Thamrin," bebernya. "Kedua AA, alias AI, alias AM, alias AIS, ini perannya beli senpi. Ketiga, C alias D alias AS. Keempat, J alias JJ, ini dari Cirebon dua-duanya mengetahui proses pembuatan bom," tambah Badrodin. Kelima, masih kata Badrodin, AM alias LL alias AL. Keenam A alias AZ alias AB. Keenamnya terkait kasus thamrin. "Barbuk yang bisa disita dari TKP yaitu dua senpi, kemudian sisa bahan peledak. "Sisa bom yang belum diledakkan, proyektil, serpihan bom dari tabung gas," jelasnya. Kelompok berikutnya dari hasil pengembangan terhadap pelaku-pelaku yang ditangkap. 7 diantaranya terkait kepemilikan senpi dan rencana melakukan amaliyah. Serta dukungan terhadap MIT pimpinan Santoso. "Diantaranya AF alias H, alias Aj alias JT alias M. Ini menerima transfer dana sbyk Rp1 M dari beberapakali pengiriman," katanya. Kedua, sambung Badrodin, SF, C, MM, DA. Ketiga, S alias STM, alias A alias GD alias I alias P alias SB. Empat;B alias AM, alias BB. Lima;WFB, alias U, alias AU alias AA. Keenam MFS alias F Mereka terkait usaha mendapatkan senpi dan kepemilikan senpi yang akan digunakan Amaliyah. "Ada 9 pucuk senpi yang kita sita," Badrodin memaparkan. "Kemudian EF yang kita tangkap dibogor kita kembalikan karena tak cukup bukti," sambungnya. Karna waktu penangkapan dia (EF) ada di TKP lalu dibawa. Yang di bon dari Lapas ada 6 yang ini juga merupakan bagian yang mendukung kelompok yang kedua tadi tuk dapatkan senpi. Yaitu AP alias A. "Kedua, EB alias 2, Ketiga Z alias ZN, Empat W alias HM, Lima QM, Enam SA alias B," ujarnya. Kalau yang itu terkait kelompok senpi. Nanti di kembalikan ke LP untuk jalani hukuman padanya. Tapi mereka bisa jadi tersangka. "Dari hasil penyelidikan ada beberapa yang belum ditangkap, masih dikejar, sehingga nanti bisa melengkapi siapa-siapa yang terlibat dalam teror di jalan Thamrin. Polisi terus bekerja untuk ungkap kasus ini," pungkasnya. (Purnomo)





























