Tangkal Aksi Teror, Menag Minta Pengurus Masjid Seleksi Da'i

Tangkal Aksi Teror, Menag Minta Pengurus Masjid Seleksi Da'i
Jakarta, Obsessionnews - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meminta kepada para da'i dalam menyampaikan dakwahnya mengajak umat Islam memerangi aksi teror dan menerangkan konsep jihad secara benar. "Saya minta pengurus masjid betul-betul bisa menyeleksi da'i, mubaligh dan khatibnya. Terlebih belakangan para pendakwah di masjid terlalu leluasa menyampaikan ceramah-ceramah, khutbah-khutbah yang bertolak belakang dengan esensi ajaran Islam yang damai. Bahkan di beberapa kasus, materi dakwah berisi tentang anjuran radikalisme dan terorisme," ujar politisi PPP itu dalam siaran pers yang diterima redaksi Obsessionnews.com, Kamis (21/1/2016). baca juga:Wajib Ditiru, 'Jam Komandan' Ampuh Tangkal Teroris Seruan Siswa: "Kami Tidak Takut Terorisme!"Jokowi: Perlu Diatur Cabut Kewarganegaraan Teroris Polisi Bekuk 12 Teroris Polisi Pastikan Pelaku Bom Sarinah Tewas Semua Lukman minta kepada para dai tidak hanya menerangkan, tapi juga mencerahkan, dan tidak memprovokasi dalam bentuk apapun untuk menghasut lewat dakwah. "Dakwah yang mencerahkan lebih luas lagi konteksnya. Tidak hanya menjelaskan, tapi mampu menjelaskan mengapa ada pandangan yang membolehkan dan mengapa ada pandangan yang tidak membolehkan. Masing-masing dijelaskan sehingga kemudian umat tercerahkan, arif dan tahu ada beragam pandangan di Islam terkait sebuah persoalan," kata Lukman. Dakwah yang memprovokasi, terang Lukman, dakwah yang menyatakan pandangan-pandangannya saja yang paling benar, menjelek-jelekkan ajaran atau paham yang lainnya dan sejenisnya. "Inilah bentuk-bentuk dakwah yang harus kita hindari karena dakwah-dakwah seperti itulah yang menyebabkan Islam di Indonesia ini selalu disibukkan dengan hal-hal yang tidak produktif," kata Menag. Lukman juga meminta umat Islam tidak terlalu mudah diprovokasi dengan tindakan-tindakan oknum tidak bertanggung jawab seperti sandal dengan Allah, kejadian terompet yang menggunakan cover Alquran dan lainnya. "Karena boleh jadi, ada pihak-pihak yang sengaja ingin membenturkan umat beragama. Selanjutnya umat Islam emosi dan melakukan tindakan-tindakan anarkis kemudian tidak sempat memikirkan hal-hal yang lebih penting seperti memerangi kemiskinan, menghadapi keterbelakangan di bidang pendidikan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat secara keseluruhan," pungkasnya (rez)