MUI Serukan Masyarakat Jateng Jangan Musuhi Eks Gafatar

MUI Serukan Masyarakat Jateng Jangan Musuhi Eks Gafatar
Semarang, Obsessionnews ­– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah meminta masyarakat untuk tidak memusuhi 1.529 eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang rencananya tiba di Semarang pada Rabu (27/1/2016), melalui jalur laut. Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji menjelaskan, pihaknya aka membina ribuan anggota mantan Gafatar tersebut, saat di karantina di asrama haji Donohudan, Boyolali. Seperti diberitakan sebelumnya, pembinaan ini akan melibatkan ribuan ulama dari seluruh Jawa Tengah. "Nanti kalau sudah di karantina akan ada pembinaan dan pendekatan secara psikologis. Sehingga sebelum pulang mereka merasa tenang ketika pulang ke kampung halamanya," ucap dia, Kamis (21/1/2016). MUI sendiri diakuinya tidak akan melakukan brain wash, sebagaimana cara Gafatar saat merekrut anggota. Pihaknya akan memberikan pendekatan psikologis dan rohani sesuai kepercayaan masing-masing. "Kita harapkan pihak keluarga, masyarakat dan perangkat Desa bisa menerima dengan lapang dada. Jangan dimusuhi para eks Gafatar ini," imbuhnya. Sedangkan Sekretaris Jawa Tengah, Sri Puryono menjelaskan, seluruh mantan Gafatar sementara waktu akan ditampung terlebih dahulu di Jawa Tengah. Terkait adanya warga luar wilayah Jateng, Sri mengaku akan memanggil Bupati/Walikota terkait untuk mengurus lebih lanjut. "Nantinya, mereka akan dikarantina dulu beberapa hari. Selanjutnya, kita akan undang dan kumpulkan bupati, Walikota tiap daerah yang ada warganya," tandas dia. (Yusuf IH)