Wujudkan Smart City, Wali Kota Bogor Yakin Teknologi Bisa Ubah Kultur

Bogor, Obsessionnews - Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan konsep Smart City atau kota cerdas untuk mengembangkan potensi wilayahnya. Konsep Smart City ini didasari karena semakin banyaknya permasalahan di Kota Bogor seiring dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk. Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, awalnya ada yang meragukan pemerintah Kota Bogor bisa menerapkan Smart City. Sebab, belum ada kesadaran masyarakat secara kolektif untuk membangun smart city melalui teknologi. Untuk merubah kesadaran itu juga dianggap tidak gampang. Namun, Bima tetap yakin bisa mewujudkan Bogor sebagai kota yang cerdas melalui sarana teknologi dan bantuan semua pihak. Ia justru punya pola pikir terbalik teknologi harus bisa mengubah kultur masyarakat sehingga tercipta smart city. "Ada yang bilang ke saya bagaimana mau menerapkan smart city, kalau smart people saja belum siap. Menurut saya logikanya harus terbalik bagaimana teknologi itu bisa membangun kultur," kata Bima dalam sebuah diskusi, ngobrol santai Smart People for Smartd City Bogor, di Balai Kota bogor, Rabu (20/1/2016).
Smart city merupakan pengembangan dan pengelolaan kota dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tujuannya untuk mengatahui, memahami, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di kota dengan lebih efektif dan efisien. "Jadi dengan teknologi akan tercipta, partisipasi, transparasi, dan efisiensi dalam menata kota Bogor menjadi kota cerdas," tuturnya. Selain itu, dengan bantuan teknologi juga bisa memaksimalkan pelayanan pemerintah terhadap warganya dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan itu, pemerintah kota Bogor sudah membentuk Bogor Green Room dan pengelolaan Web eksotikkotabogor.go.id. Bogor Green Room adalah sebuah ruangan yang didukung dengan teknologi tinggi. Bima menuturkan ruangan ini nantinya akan tersedia informasi tentang kinerja pemerintah untuk menjamin transparasi. Masyarakat juga bisa melakukan pengaduan dan laporan tentang berbagai persoalan di Bogor. "Saya yakin, ini dapat membantu mengurai persoalan di Kota Bogor sehingga bermanfaat untuk warganya," jelasnya.
Sementara itu, Pembina Relawan Bogoh ka Bogor, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan, pembentukan smart city tidak akan terwujud jika hanya mengandalkan Wali Kotanya. Menurutnya, perlu juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam memajukan kota bogor. "Jadi keberhasilan smart city, bukan terletak pada keaktifan wali kotanya, tapi warganya," kata Hariqo yang juga menjadi pembicara dalam diskusi di Balai Kota Bogor. Hariqo menjelaskan, sebuah kota dikatakan cerdas bisa diukur dengan sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam memajukan kotanya. Jika partisipasi masyarakat rendah. Maka kota tersebut belum bisa dikatakan cerdas atau beradap. "Makanya perlu keaktifan masyarakat atau warganya. Sejauh mana bisa berpartisipasi menyumbangkan ide dan gagasannya untuk sama-sama membangun kota atau daerahnya," kata Rico menjelaskan. Selain itu, Hariqo menambahkan, semua itu memang harus didukung dengan teknologi informasi yang memadai. Kemudian pembentukan karakter dan mental masyarakatnya. Sebab jika tidak, konsep smart city belum bisa berjalan dengan maksimal. (Albar)
Smart city merupakan pengembangan dan pengelolaan kota dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tujuannya untuk mengatahui, memahami, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di kota dengan lebih efektif dan efisien. "Jadi dengan teknologi akan tercipta, partisipasi, transparasi, dan efisiensi dalam menata kota Bogor menjadi kota cerdas," tuturnya. Selain itu, dengan bantuan teknologi juga bisa memaksimalkan pelayanan pemerintah terhadap warganya dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan itu, pemerintah kota Bogor sudah membentuk Bogor Green Room dan pengelolaan Web eksotikkotabogor.go.id. Bogor Green Room adalah sebuah ruangan yang didukung dengan teknologi tinggi. Bima menuturkan ruangan ini nantinya akan tersedia informasi tentang kinerja pemerintah untuk menjamin transparasi. Masyarakat juga bisa melakukan pengaduan dan laporan tentang berbagai persoalan di Bogor. "Saya yakin, ini dapat membantu mengurai persoalan di Kota Bogor sehingga bermanfaat untuk warganya," jelasnya.
Sementara itu, Pembina Relawan Bogoh ka Bogor, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan, pembentukan smart city tidak akan terwujud jika hanya mengandalkan Wali Kotanya. Menurutnya, perlu juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam memajukan kota bogor. "Jadi keberhasilan smart city, bukan terletak pada keaktifan wali kotanya, tapi warganya," kata Hariqo yang juga menjadi pembicara dalam diskusi di Balai Kota Bogor. Hariqo menjelaskan, sebuah kota dikatakan cerdas bisa diukur dengan sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam memajukan kotanya. Jika partisipasi masyarakat rendah. Maka kota tersebut belum bisa dikatakan cerdas atau beradap. "Makanya perlu keaktifan masyarakat atau warganya. Sejauh mana bisa berpartisipasi menyumbangkan ide dan gagasannya untuk sama-sama membangun kota atau daerahnya," kata Rico menjelaskan. Selain itu, Hariqo menambahkan, semua itu memang harus didukung dengan teknologi informasi yang memadai. Kemudian pembentukan karakter dan mental masyarakatnya. Sebab jika tidak, konsep smart city belum bisa berjalan dengan maksimal. (Albar)




























