Padang Pertama Ajukan SPA Raskin ke Bulog

Padang, Obsessionnews - Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) satu dari 19 kabupaten/kota di Sumbar yang mengajukan Surat Permintaan Alokasi (SPA) pada Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sumbar. Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Ngkaime mengatakan, Pemerintah Kota Padang mengajukan SPA ke Bulog pertengahan bulan ini. Lima hari setelah SPA diajukan, langsung diadakan peluncuran raskin 2016. Benhur berharap daerah lain secepatnya mengajukan SPA ke Bulog Sumbar dalam bulan ini atau paling lambat minggu depan. “Launching ini baru di Kota Padang saja. Setelah keluar keputusan Gubernur Sumbar tentang alokasi raskin 2016 pada 14 Januari lalu, Kota Padang langsung mengirim SPA tanggal 15 Januari. Sementara Kabupaten/Kota lain belum ada,” kata Benhur Ngkaime usai peluncuran raskin 2016 di Kecamatan Padang Selatan, Rabu (20/1). Terkait penyelesaian pembayaran raskin tahun 2015, Benhur menjelaskan, belum seluruh daerah menyelesaikan biaya tebus raskin. Meski demikian, tidak bermasalah terhadap penyaluran raskin 2016, karena faktor keterlambatan pembayaran juga disebabkan keterlambatan distribusi. “Masih ada tiga daerah yang belum lunas. Itu wajar, karena tahun lalu juga terjadi keterlambatan penyaluran akibat faktor transportasi, seperti di Kepulauan Mentawai karena cuaca tidak memungkinkan. Akibatnya, bayarnya juga mundur. Itu bisa dimaklumi,” sebut Benhur. Benhur menjelaskan, alokasi raskin 2016 untuk Sumbar tidak mengalami perubahan dari tahun 2015 lalu, yakni 49,5 ribu ton. Pagu raskin itu diperuntukkan bagi 275.431 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Masing-masing RTS menerima jatah 15 Kg/bulan dengan harga tebus Rp 1.600/Kg. Benhur menambahkan, raskin yang didistribusikan ke masyarakat merupakan beras yang didatangkan dari provinsi lain, bukan beras impor. “Ini beras lokal, tapi dari Sulawesi, bukan lokal kita, karena kita belum optimal menyerap beras lokal hasil produksi petani Sumatera Barat. Untuk serapan beras petani di sini, kita hanya mampu mencapai angka 4.000 Ton, karena kualitas beras disini sangat bagus dan harganya di atas harga beli kita,” kata Benhur. (Musthafa Ritonga)





























