MUI Jateng Lacak Keberadaan Warga yang Ikut Gafatar

MUI Jateng Lacak Keberadaan Warga yang Ikut Gafatar
Semarang, Obsessionnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melihat, hampir seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, telah disusupi ajaran organisasi terlarang, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji menyatakan masuknya Gafatar dapat terlihat dari banyaknya kasus orang hilang di tiap daerah. "Dari Solo, Klaten, Boyolali dan hampir semua daerah di Jawa Tengah itu banyak orang hilang. Dan mereka ini rata-rata ikut Gafatar," kata Daroji, Rabu (20/1/2016). Pekan kemarin, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pemuka lintas agama, ulama serta petinggi Kodam IV/Diponegoro guna mengusut dalang dibalik kasus orang hilang ini. Pertemuan tertutup tersebut, dibuat juga untuk melacak keberadaan puluhan orang yang diduga diculik pengikut Gafatar ke luar Jawa. "Dalam waktu dekat kami akan temui Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengusut pratik penculikan orang yang ikut Gafatar. Tidak hanya membahas kasus Gafatar tapi juga semua gerakan radikal yang bermunculan selama ini," sambungnya. Pengikut Gafatar, lanjutnya, seringkali mengalami dehidrasi sosial sehingga menganggap ketidak-adilan di tiap sisi kehidupan bangsa Indonesia. Krisis moral dan sosial itulah yang membuat mereka gampang didoktrin ajaran baru, yang jelas-jelas menyimpang dari kaedah agama manapun. "Ini yang harus kita luruskan apa modus mereka dibalik kasus ini," tandas dia. (Yusuf IH)