Otak Bom Sarinah Asal Jateng, Jumlah Pekerja Asing Tetap

Otak Bom Sarinah Asal Jateng, Jumlah Pekerja Asing Tetap
Semarang, Obsessionnews - Selang hampir seminggu ledakan bom Sarinah, tanda-tanda Tenaga Kerja Asing yang akan meninggalkan pekerjaan mereka di Jawa Tengah nampaknya belum ada. Hal tersebut, diakui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Jawa Tengah, Wika Bintang. "Sampai dengan hari ini jumlahnya masih belum terasa, (masih sama)," ujar dia, Selasa (19/1/2016). Saat ini, di Jawa Tengah terdapat 1.823 pekerja asing yang menetap di provinsi Jateng. Mereka rata-rata berasal dari negara Cina. Jumlah tersebut pun masih sama dibanding usai terjadinya aksi terorisme di Jalan Thamrin minggu lalu. "Saya kira belum ada informasi terkait TKA yang ketakutan akan pulang ke negaranya," jelasnya lagi. Meski informasi terkini menyebutkan, otak pelaku pemboman berasal dari wilayah Jateng, hal tersebut juga tidak mempengaruhi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri, khususnya negara-negara di benua Eropa. "Alhamdulillah sampai ini tidak penolakan TKI yang bekerja di luar negeri. Semoga tidak ada," tutur wanita berhijab itu. Sebagai informasi, pada periode 1 Januari 2015 sampai hari ini, terdapat 1.823 pekerja asing dari 58 negara yang berada di Jawa Tengah. TKA terbanyak berasal dari negara Cina dengan jumlah 519 orang. Disusul negara Korea Selatan 328, India 128, Jepang 126, Taiwan 123, Sri Lanka 65, Philippina 62, Amerika Serikat 61, Malaysia 50, Inggris 35, Perancis 34 dan Australia 30 orang. Sementara sisanya memiliki jumlah pekerja dibawah 30 orang. (Yusuf IH)