Gafatar Jadi Ancaman Bagi Agama dan Negara?

Gafatar Jadi Ancaman Bagi Agama dan Negara?
Padang, Obsessionnews - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tidak hanya menjadi ancaman bagi agama juga dapat menjadi ancaman bagi negara. Pendapat tersebut dikemukakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar) terpilih Gusrizal Gazahar dalam pertemuan organisasi masyarakat yang difasilitasi Kementerian Agama (Kemenang) Kota Padang, Selasa (19/1) sore. Ahmad Musadiq yang disebut-sebut sebagai penasehat spritual pengikut Gafatar memiliki sejarah panjang dalam dunia organisasi. Organisasi yang pernah dipimpinnya kerap menjadi kontoversi dan berseberangan. Gafatar yang disebut-sebut Ahmad Musadiq berada di belakangnya merupakan penjelmaan dari Al Qiyadah Al Islamiyah. Al Qiyadah Al Islamiyah sempat berkembang sebelum akhirnya dilarang pemerintah, karena ajarannya sesat. "Saat Ahmad Musadiq menyatakan bertaubat, tidak seorangpun dari majelis ulama yang percaya dengan kebenaran taubatnya," ujar Gusrizal Gazahar. Ia khawatir dengan cara yang dilakukan pengikut Gafatar, mereka sedang membentuk kekuatan baru. "Apakah mereka akan membentuk kekuatan tersendiri setelah mereka besar. Kalau kita urai, ada kemungkinan. Oleh karena itu, saya tidak melihat ini sebatas ancaman untuk agama, tapi ancaman untuk negara," sebut Gusrizal. Gusrizal Gazahar mengatakan Gafatar merupakan ormas yang beraliran sesat. Sebelum bernama Gafatar, organisasi itu sebalumnya bernamanya Al Qiyadah Al-Islamiyah dan organisasi itu tidak dizinkan karena ajaran mereka melenceng dari ketentuan agama Islam. Gafatar, mengajarkan bahwa ibadah seperti shalat dan puasa tidak harus dilakukan. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu mudah dengan ajakan seseorang masuk organisasi. "Jika menemukan adanya pergerakan ajaran agama yang melenceng harap melaporkan hal tersebut ke aparat kepolisian ataupun ke MUI," sebut Guzrizal. (Musthafa Ritonga)