Dokter Randall Diduga Ngumpet di Negara Lain

Jakarta, Obsessionnews – Alfian Helmy Hasjim, ayah dari Almarhumah Allya Siska Nadya korban malpraktik yang dilakukan Dokter Randall Cafferty, menduga dokter klinik Chiropractic First Pondok Indah Mall Jakarta Selatan tersebu sudah kabur dari Indonesia dan kini sudah bersembunyi di suatu negara tertentu. “Tentang Randall Caffetry karena ada kasus yang lalu,di Amerika Serikat saja bisa lolos kemudian ke Indonesia. Ini orang licin, saya kira dia sudah ngumpet di Amerika Selatan misalnya atau Meksiko,” duga Alfian dalam pesan singkatnya kepada Obsessionnews, Selasa (19/1/2016).
Sebelumnya terungkap bahwa Randall Caferty ternyata pernah tersangkut kasus malpraktik serupa di negeri asalnya, Amerika Serikat. Izin praktiknya pun dicabut. Berdasarkan hasil penelusuran obsessionnews.com, Departemen Consumers Affairs, negara bagian California, AS, pernah mencabut izin praktik Randall pada 13 Maret 2013. Izin itu dicabut menyusul pengaduan malpraktik seorang pasien yang ditanganinya pada 22 Agustus 2012. Para anggota dewan penguji praktisi chiropractic (Board of Chiropractic Examiners) dari Departemen Consumers Affairs, California, dalam laporannya ke publik mencatat beberapa chiropractor (praktisi chiropractic ) telah melakukan malpraktik sehingga izin praktiknya harus dicabut. Terhadap Randall Cafferty, dewan penguji menyatakan chiropractor satu ini jelas terbukti telah melakukan tindakan “Unprofessional conduct” (cara-cara tidak profesional) dan “Conviction of a crime” (terbukti melakukan aksi kriminal).
Kala itu malpraktik terjadi di kilinik miliknya, Randall Cafferty Chiropractic Clinic, beralamat di 981 Civic Center Dr, Vista, California, AS. Dengan kata lain, Randall yang diduga kuat telah ‘membunuh’ Allya Siska Nadia, ini, di kliniknya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, memang terbukti sudah bermasalah sejak dari negerinya. Kini, Randall dikabarkan sudah kabur dari Indonesia. Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan Kamis (6/8). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA). Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty. “Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” ungkap Alfian Helmy, ayah Siska. [caption id="attachment_89020" align="aligncenter" width="599"]
Jenasah Siska saat disemayamkan di rumah duka.[/caption] Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik. Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek. Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan. Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kasus dugaan malpraktik Siska ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (Red)
Sebelumnya terungkap bahwa Randall Caferty ternyata pernah tersangkut kasus malpraktik serupa di negeri asalnya, Amerika Serikat. Izin praktiknya pun dicabut. Berdasarkan hasil penelusuran obsessionnews.com, Departemen Consumers Affairs, negara bagian California, AS, pernah mencabut izin praktik Randall pada 13 Maret 2013. Izin itu dicabut menyusul pengaduan malpraktik seorang pasien yang ditanganinya pada 22 Agustus 2012. Para anggota dewan penguji praktisi chiropractic (Board of Chiropractic Examiners) dari Departemen Consumers Affairs, California, dalam laporannya ke publik mencatat beberapa chiropractor (praktisi chiropractic ) telah melakukan malpraktik sehingga izin praktiknya harus dicabut. Terhadap Randall Cafferty, dewan penguji menyatakan chiropractor satu ini jelas terbukti telah melakukan tindakan “Unprofessional conduct” (cara-cara tidak profesional) dan “Conviction of a crime” (terbukti melakukan aksi kriminal).
Kala itu malpraktik terjadi di kilinik miliknya, Randall Cafferty Chiropractic Clinic, beralamat di 981 Civic Center Dr, Vista, California, AS. Dengan kata lain, Randall yang diduga kuat telah ‘membunuh’ Allya Siska Nadia, ini, di kliniknya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, memang terbukti sudah bermasalah sejak dari negerinya. Kini, Randall dikabarkan sudah kabur dari Indonesia. Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan Kamis (6/8). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA). Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty. “Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” ungkap Alfian Helmy, ayah Siska. [caption id="attachment_89020" align="aligncenter" width="599"]
Jenasah Siska saat disemayamkan di rumah duka.[/caption] Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik. Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek. Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan. Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kasus dugaan malpraktik Siska ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (Red) 




























