Adian: Lucu, Dahlan Iskan Lebih Takut Kemarahan AS

Adian: Lucu, Dahlan Iskan Lebih Takut Kemarahan AS
Jakarta, Obsessionnews - Terkait dengan tulisan atas nama Dahlan Iskan berjudul ‘serba sulit Freeport serba berat’ yang isinya ketidaksetujuan Dahlan terhadap upaya Indonesia untuk mendapatkan saham Freeport, mendapat tanggapan dari Anggota Komisi VIII DPR RI Adian Napitupulu dari Fraksi PDI-P. “Pertama, bukan Freeport yang menawarkan saham tapi PP 77 tahun 2014 yang mewajibkan divestasi saham itu,” tegas Adian Napitupulu dalam pesan BBM-nya kepada Obsessionnews, Selasa (19/1/2016). Kedua, jelas Adian, saham yang seharusnya didapat total bukan 30% tetapi 51%, dan tanggal 14 Oktober 2014, SBY sebagai Presiden saat itu merubah PP 24 yang mewajibkan 51% dirubah dengan PP 77 menjadi 30%. “Perubahan itu tentunya juga permintaan Freeport dengan alasan bahwa penambangannya saat ini sudah di bawah tanah (underground mining),” ungkap Anggota Komisi ESDM DPR RI. Ketiga, lanjut Adian, dalam PP 24 juga 77 diatur juga bahwa komposisi saham Indonesia tidak bisa didelusi untuk alasan apapun. “Jadi, jika Indonesia memiliki 20% saham maka situasi apapun yang terjadi dengan Freeport tidak akan mengurangi jumlah kepemilikan saham yang dimiliki Indonesia,” tandasnya. “Ke empat, lucu juga mantan Menteri kok bicara ketakutan pada kemarahan Amerika dibandingkan takut pada kemiskinan dan kemarahan Rakyatnya sendiri,” ujar Adian. Ke lima, beber diia, deviden yang diterima Indonesia pada tahun 2011 senilai Rp1,7 triliun. Menurutnya, dengan asumsi pasca selesainya pembangunan underground mining bisa dilakukan peningkatan Produksi maka potensi deviden jika Indonesia menguasai 20% saham minimal berkisar di Rp3 triliun. “Ke enam, jika menunggu hingga 2021 tanpa penambahan Saham maka Indonesia bisa berpotensi kehilangan Deviden sekitar 15 triliun rupiah selama 5 tahun ke depan,” paparnya. Ke tujuh, tegas Adian, penambahan saham secara bertahap hingga 51% (dengan catatan PP 77 direvisi) memberi peluang Indonesia untuk memiliki Freeport dalam arti sesungguhnya sehingga di kemudian hari bisa menentukan semua proses penambangan Freeport dari a sampai z dari awal desain tambang, proses produksi, penjualan hasil produksi hingga limbah-limbahnya sekaligus. (Ars)