Jika Ditolak, Jenazah Afif Tetap Dimakamkan di Subang

Subang, Obsessionnews - Laskar Komando (Lasko) Kabupaten Subang menhatakan siap memakamkan jenazah mendiang Afif alias Sun - pelaku aksi teror Sarinah Jakarta - apabila masyarakat menolaknya. Menurut Ketua Lasko Subang, Ujang Juanda, memakamkan jenazah adalah kewajiban moral manusia kepada yang telah meninggal dunia. "Kalau secara manusiawi harus kita kedepankan kewajiban kepada jasad yang telah meninggal. Selaku umat Islam harus dimakamkan. Kalau masyarakat di (Compreng) sana tidak menerima, baiklah kami organisasi saya (Laskar Komando) siap memakamkan di Pemakaman Umum Subang," papar Ujang kepada Obsession News di Subang, Senin (18/1/2016). Kalau kejahatannya, kata Ujang Lasko Subang mengutuk keras. Karena tindakan yang dilakukannya telah mencemarkan nama baik Subang sebagai tanah kelahirannya. Kedua mencemarkan Bangsa Indonesia yang mengedepankan moral yang baik. "Kejahatannya jelas kami mengutuk keras. Karena mencemarkan nama Kabupaten Subang yang menjadi tanah kelahirannya. Kedua mencemarkan Bangsa Indonesia yang mengedepankan moral bailk," paparnya. [caption id="attachment_90623" align="aligncenter" width="640"]
Sul Adik Afif alias Sun[/caption] Mengenai aksi protes warga, kata Ujang dirinya bisa memahami. "Wajar mereka marah," ujarnya singkat. Lasko menuntut kepada aparat Kepolisian untuk mengusut secara tuntas jaringan terorisme di Indonesia dan menegakkan hukum sesuai aturan. "Kami menuntut Kepolisian supaya mengusut tuntas jaringan teroris dan tegakan hukum sesuai aturan," tegasnya. Sementara kata adik mendiang Afif alias Sun yang berinisial Sul menyatakan mengenai pemasalahan pemakaman kakaknya telah selesai melalui musyawarah dengan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat. Hasilnya mengijinkan pemakaman kakaknya. "Kemarin malam telah ada pertemuan yang dihadiri oleh tokoh alim ulama, masyarakat dan kepolisian. Hasilnya warga menerima. Ada catatan hasil pertemuan (itu)," jelas Sul kepada Obsessionnews via telepon seluler. Adapun aksi yang dilakukan sebagian warga Cimpreng, kata Sul sebenarnya adalah ungkapan kekecewaan atas perbuatan yang telah dilakukan mendiang kakaknya. Sebelumnya, sebagian warga Dusun Kalen Sari I, Desa Kalen Sari, Kecamatan Compreng, Subang, menolak jenazah Sunakin alias Afif, terduga pelaku teror Sarinah dimakamkan di kampung tersebut. Padahal, kampung itu merupakan tempat kelahiran Afif. "Iya, ada sebagian warga yang menolak jenazah Afif dimakamkan di kampung kami," ujar Enda, Kepala Dusun setempat di kediaman orang tua Afif di kampung itu, Sabtu (16/1), seperti dilansir situs berita. Enda mengatakan sebagian warga beralasan, Afif mempermalukan desa tersebut. Apalagi, wajah Afif terpampang jelas menenteng senjata dalam bidikan kamera. "Iya karena masalah itu, ada warga yang keberatan karena kampung ini yang semula nyaman jadi ramai," paparnya. (Teddy)
Sul Adik Afif alias Sun[/caption] Mengenai aksi protes warga, kata Ujang dirinya bisa memahami. "Wajar mereka marah," ujarnya singkat. Lasko menuntut kepada aparat Kepolisian untuk mengusut secara tuntas jaringan terorisme di Indonesia dan menegakkan hukum sesuai aturan. "Kami menuntut Kepolisian supaya mengusut tuntas jaringan teroris dan tegakan hukum sesuai aturan," tegasnya. Sementara kata adik mendiang Afif alias Sun yang berinisial Sul menyatakan mengenai pemasalahan pemakaman kakaknya telah selesai melalui musyawarah dengan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat. Hasilnya mengijinkan pemakaman kakaknya. "Kemarin malam telah ada pertemuan yang dihadiri oleh tokoh alim ulama, masyarakat dan kepolisian. Hasilnya warga menerima. Ada catatan hasil pertemuan (itu)," jelas Sul kepada Obsessionnews via telepon seluler. Adapun aksi yang dilakukan sebagian warga Cimpreng, kata Sul sebenarnya adalah ungkapan kekecewaan atas perbuatan yang telah dilakukan mendiang kakaknya. Sebelumnya, sebagian warga Dusun Kalen Sari I, Desa Kalen Sari, Kecamatan Compreng, Subang, menolak jenazah Sunakin alias Afif, terduga pelaku teror Sarinah dimakamkan di kampung tersebut. Padahal, kampung itu merupakan tempat kelahiran Afif. "Iya, ada sebagian warga yang menolak jenazah Afif dimakamkan di kampung kami," ujar Enda, Kepala Dusun setempat di kediaman orang tua Afif di kampung itu, Sabtu (16/1), seperti dilansir situs berita. Enda mengatakan sebagian warga beralasan, Afif mempermalukan desa tersebut. Apalagi, wajah Afif terpampang jelas menenteng senjata dalam bidikan kamera. "Iya karena masalah itu, ada warga yang keberatan karena kampung ini yang semula nyaman jadi ramai," paparnya. (Teddy) 




























