Ade Komaruddin Bela Fahri Hamzah

Ade Komaruddin Bela Fahri Hamzah
Jakarta, Obsessionnews - Ketua DPR RI Ade Komaruddin menilai apa yang dilakukan oleh Wakil ketua DPR Fahri Hamzah tidak salah, terkait sikapnya yang marah terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada saat melakukan penggeledahan di ruang anggota Fraksi PKS lantai III Gedung Nusantara I DPR. Ade menuturkan, sebagai pimpinan DPR, Fahri punya kewajiban untuk menjaga marwah DPR sebagai lembaga demokrasi. Tindakan penyidik KPK dengan mengandeng Brimob dengan senjata laras panjang, dianggap kurang pas. "Fahri ‎bukan melemahkan upaya KPK pada saat melakukan penggeledahan. Itu saya kira Pak Fahri sangat mendukung. Jangan kemudian penggeledahan membawa senjata laras panjang," kata Ade di DPR, Senin (18/1/2016). Menurut Ade, tidak perlu KPK sampai mengandeng anggota Brimob dengan senjata lengkap. DPR adalah gedung rakyat yang ia jamin tidak akan ada perlawanan dari anggotanya. ‎ "Ini kan suatu lembaga legislatif yang harus dijaga. kalau lembaga dewan kita tidak terhormat, kan demokrasi kita terancam," tuturnya. Lebih lanjut, Ade mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat dengan pimpinan fraksi untuk membahas persoalan ini. Termasuk himbauan kepadan pimpinan fraksi untuk bersikap tegas kepada anggotanya apabila telibat kasus hukum. "Dirapim nanti, baru nanti akan saya sampaikan secara informal, tentang bagaimana komitmen fraksi agar menjaga anggotanya," tuturnya. KPK melakukan penggeledahan pada Jumat (14/1/2016) siang untuk mengembangkan kasus penangkapan anggota Komisi V Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti, karena menerima suap dalam sebuah proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelum menggeledahan ruang anggota fraksi PKS, Yudi Widiana di lantai 3 gedung Nusantara I, KPK lebih dulu melakukan penggeledahan di ruang Damayanti, kemudian penyidik KPK naik ke lantai 13 menggeldehan ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyatno. (Albar).