Teroris Bisa Makin Pintar Dalam Penjara

Teroris Bisa Makin Pintar Dalam Penjara
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Harry Azhar Aziz, meminta pemerintah untuk memperhatikan terhukum teroris yang telah masuk penjara. Karena tak jarang setelah dipenjara, justru mereka akan makin menimba ilmu teroris sehingga makin tersesat dalam penjara. "Bukannya justru deradikalisasi, malah bisa bertambah militansinya. Ini sangat berbahaya," jelas Harry di depan Skyline Buliding, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Januari 2016. Lebih lanjut Haris menambahkan, Kontras akan tetap mendampingi pemerintah dalam melakukan deradikalisasi dan memberi informasi yang dibutuhkan. Tapi hanya sebatas itu karena Undang-undang tak membenarkan pihaknya untuk bertindak lebih lanjut. Terkait adanya isu bahwa teror Jakarta ini disengaja atau pengalihan isu untuk menutupi kejadian yang terjadi pada hari itu, misalnya pengumuman berapa persen divestasi saham Freeport pada pemerintah, Wakil Presiden jadi saksi pada kasus dugaan korupsi Jero Wacik ataupun tertangkapnya kader PDIP dalam operasi tangkap tangan KPK, ia tak mau berspekulasi. Harry berpendapat, isu boleh beredar tentang apa saja, tapi teror tetaplah teror, menimbulkan korban jiwa. Jadi spekulasi tentang apakah teror itu disengaja atau tidak, tidak penting lagi. Teror harus diberantas. Lebih lanjut Harry mengatakan, faktor eksternal dari luar negeri juga berpengaruh. Selama Timur Tengah terutama Suriah masih bergejolak, maka teror tetap akan ada. Pemerintah kita harus tetap melakukan deradikalisasi pada mereka yang sudah terkena paham ekstrimis, sekaligus mencegah dan menangkal pengaruh asing yang radikal masuk ke Indonesia, tandas Harry. (baron)