Ganjar: PMI Butuh Darah!

Ganjar: PMI Butuh Darah!
Semarang, Obsessionnews - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Gedung Unit Transfusi Darah dan Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng, di komplek PMI Center, Sambiroto-Semarang, Sabtu 16/1/2016) siang. Peresmian disaksikan langsung oleh Ketua Harian PMI Pusat, Ginanjar Kartasasmita, Ganjar mengatakan, dana hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi Jateng sangat kecil jika dibanding dengan peran PMI. Menurutnya, organisasi kemanusiaan itu, berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. "Kalau ada orang kekurangan darah, mau mencari kemana kalau bukan PMI. Uang bisa dicari, diciptakan manusia. Kalau darah, diciptakan Gusti Allah," papar dia. Sementara, Ketua PMI Jateng Imam Triyanto menyebut, gedung unit transfusi darah dan markas PMI dibangun satu komplek dengan PMI Center di atas tanah seluas 1,974 hektar. Pemprov dan DPRD Jateng dinilai tidak lantas lepas tangan terhadap pembangunan gedung tersebut. “Dana pembangunan dari hibah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 7,8 miliar dan digunakan pembangunan gedung sebesar Rp 7,1 miliar sehingga masih ada sisa anggaran Rp 0,7 miliar,” kata Imam saat menyampaikan sambutan. Selain itu, PMI Jateng juga telah mendapat sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai tempat uji kompetensi (TUK) bidang kebencanaan, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ginanjar Kartasasmita menambahkan, di Indonesia setiap hari terjadi bencana karena secara geografis posisinya rawan bencana. “Oleh sebab itu, keberadaan gedung unit transfusi darah dan gudang logistik sangat penting untuk membantu masyarakat dalam hal penanggulangan bencana,” ujar dia. PMI berbeda dengan lembaga-lembaga lain yang berfokus di bidang sama, seperti BNPB, SAR dan lainnya. Organisasi-organisasi tersebut adalah aparat negara. Sementara PMI merupakan gerakan sukarela masyarakat yang sudah ada 100 tahun lebih bergerak di bidang kemanusiaan. "Pada banyak konflik PMI menjadi penengah. Pada banyak kejadian bencana atau yang lainnya PMI yang pertama datang menolong seperti saat peristiwa teror di Jakarta kemarin, ambulan PMI yang pertama datang," terangnya. Disisi lain, Ketua Panitia, Edi Susanto menjelasakan, peresmian ini bersamaan dengan Musyawarah Kerja Tahun 2016 yang diikuti oleh Ketua, Sekretaris dan Direktur UDD PMI kabupaten-kota Se-Jawa Tengah. “Muker yang merupakan agenda tahunan, untuk mengevaluasi pelaksanaan program PMI tahun 2015 dan perencanaan program kerja PMI 2016, agar selaras dengan visi PMI yaitu berkarakter, profesional, mandiri dan dicintai masyarakat,” Sepanjang acara, diberkan pula penghargaan kepada 9 (Sembilan) PMI Kabupaten-Kota yang mengalami kenaikan bulan dana lebih dari 20%, yaitu Kota Semarang, Kebumen, Kudus, Demak, Purworejo, Banjarnegara, Kota Salatiga, Karanganyar dan Jepara. (Yusuf IH)