Ruang PKS di DPR Digeledah KPK, Fahri Marah

Jakarta, Obsessionnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya mengungkap kasus korupsi suap pengamanan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang menjerat anggota Fraksi dari PDI-P Damayanti Wisni Putranti. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/1/2016), penyidik KPK langsung melakukan penggeledahan di ruang kerja Damayanti di Gedung Nusantara I. Tak lupa KPK juga melakukan penggeledahan di ruang anggota Fraksi PKS di lantai 3. Pada saat yang sama, Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah berada di lokasi. Ia pun marah kepada penyidik. Sebab, aksi penggeledahan itu dikawal oleh 6 anggota Brimob bersenjata lengkap. "Ini apa-apaan penyelidikan kok pakai bawa senjata. Dasar hukumnya apa," kata Fahri kepada salah seorang penyidik dengan nada tinggi. Fahri tidak bermaksud menghalang-halangi penyelidikan. Ia mempersilakan KPK melakukan penggeledahan. Namun, ia mempertanyakan mengapa harus ditemani Brimob dengan senjata lengkap. "Kami tidak menghalangi, silakan kalau mau menggeledah. Tapi kenapa harus bawa Brimob dan senjata. Kami bukan teroris, kami pejabat negara," katanya. Salah satu penyidik bernama Christiana kemudian menjawab omongan Fahri. Ia meminta kepada Fahri untuk tidak menyalahkan anggota Brimob. Sebab, mereka hanya diminta untuk menemani oleh pimpinan KPK. "Jangan salah mereka. Kami juga diperintah oleh pimpinan," katanya. (Albar)





























