Komunikonten Serukan Revolusi Jihad di Media Sosial

Komunikonten Serukan Revolusi Jihad di Media Sosial
Jakarta, Obsessionnews - Seringkali konsep jihad disalahartikan oleh kelompok radikal Islam. Bagi kalangan mereka memerangi kaum kafir untuk menegakkan hukum Islam dijadikan dasar dalam memahami jihad. Padahal, jihad tidak bisa dipahami sesederhana itu. Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, jihad tidak bisa diartikan sebagai bentuk peperangan secara fisik di medan perang. Jauh dari itu, berfikir dan bekerja melahirkan budaya dan karya yang benar, bermanfaat untuk orang lain lebih tepat diartikan sebagai jihad sesungguhnya. "Dalam jihad tidak bisa dijadikan tempat untuk melecehkan orang lain, melanggar hak asasi manusia, kemudian membunuh secara membabi buta," kata Hariqo di Jakarta, Jumat (15/1/2016). Alumnus pasca sarjana Universitas Paramadina ini menuturkan, ‎dalam Islam tidak dibenarkan untuk membunuh siapa saja yang bukan Muslim atau yang berbeda keyakinannya dengannya. Demikian juga memberlakukan mereka dengan cara yang kasar dan keras. "Sebenarnya jihad tidak begitu. Memajukan ekonomi, pertanian, teknologi, membangun negara dan budi pekerti yang luhur, itu lebih bagus dari pada berperang dan saling membunuh," tuturnya. Untuk itu sebagai lembaga konsen dalam pemberdayaan di dunia sosial, Komunikonten mengajak kepada masyarakat untuk aktif menggunakan media sosial sebagai sarana mempromosikan diri atas kinerja dan dedikasinya terhadap dirinya, keluarga dan juga negara. "Siapapun itu, entah itu wartawan, petani, tukang sayur, penjahit, buruh, nelayan, mahasiswa, dokter, guru, pengusaha, kuli bangunan, polisi, TNI dan lain sebagainya, wujudkan diri kalian ‎di medsos dengan kinerja dan prestasi yang bagus," ucapnya. ‎Cara itu lanjut Hariqo, jauh lebih berarti dibanding melakukan hal-hal yang negatif dan sia-sia di media sosial. Pasalnya, saat ini setiap orang bisa menjadikan media sosial sebagai kantor berita masing-masing, sehingga sayang bila tidak digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. (Albar)