Gafatar Sudah Terdaftar di Jateng Sejak 2011

Semarang, Obsessionnews - Gafatar memang sudah menjalar di seantero Nusantara. Tak terkecuali di Jawa Tengah (Jateng). Setidaknya ormas ilegal tersebut pernah 'sowan' atau minta ijin berkegiatan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di masa lalu. "Jadi gini, waktu Gafatar itu bertemu memberikan proposal ingin audiensi. Yang pertama ingin mengenalkan organisasi dan kepengurusannya. Yang kedua mengenalkan kegiatannya" terang dia saat ditemui di sela waktu istirahatnya, Kamis (14/1/2016) malam. Pada awalnya, kegiatan yang diajukan Gafatar dinilai Ganjar sebagai kegiatan positif, seperti Kampung Pancasila, Donor Darah, Bantuan sosial. "Pada konteks itulah saya terima mereka. Tapi saat itu saya bertanya juga kepada para pengurus itu apa hubungannya Gafatar dengan Ahmad Musadek," bebernya. Pihak Gafatar pun menjawab bahwa Ahmad Musadek adalah sesepuh mereka. Saat itu, Ganjar mengaku telah memperingatkan agar tidak menggunakan ajaran agama yang aneh-aneh. "Dah kamu kerjanya yang konkrit-konkrit saja. Besok kamu (kegiatan) bersih-bersih saja. Bersih-bersih lapangan, atau pasar. Dan mereka siap, tiga hari kemudian mereka lakukan itu dengan baik," papar politisi PDI-P itu. Ganjar juga mengaku tidak terlalu curiga, karena kegiatan mereka dirasa positif. Namun, ia menaruh rasa penasaran terhadap hubungan Gafatar terhadap Ahmad Musadek. Terlebih, ketika menghadap Ganjar, pihak Gafatar menyatakan ingin mereinterpresentasi Pancasila. "Nah itu saya agak kaget itu. Terus terang saja saya meragukan kemampuan mereka atas hal itu," jelasnya. Hingga kemudian pada masa sekarang, Gafatar kembali mencuat dengan berbagai kontroversi, sampai pada adegan brainwash, yang membuat masyarakat berbondong-bondong masuk organisasi itu. Ganjar pun menyatakan tidak menyesal, atas berbagai pertemuannya dengan Gafatar di masa lampau. "Di Jawa Tengah, ternyata dari 2011 sampai 2014 Gafatar itu ternyata terdaftar lho. Lho kalau rakyat mau ketemu Gubernur ya tidak apa-apa to. Tapi kalau dia membawa aliran-aliran tidak benar, ya tidak bisa. Dan sekarang malah kejadian," aku pria berambut putih itu. Terkait banyaknya kejadian warga Jateng yang hilang, pihaknya menilai mereka belum tentu bergabung Gafatar. Meski begitu, dia meminta masyarakat agar melaporkan bila ada anggota keluarganya yang menghilang. Terakhir, Ganjar menghimbau, agar warga Indonesia, khususnya Jateng, untuk terus mengawasi aliran keagamaan yang dinilai melenceng dengan melaporkan ke Twitter miliknya di @ganjarpranowo. "Pemprov sudah kita bicarakan dengan Forkompinda untuk mengawasi dari atas. Kalau dari bawah, masyarakat juga perlu mengawasi," papar dia. (Yusuf IH)





























