16 Warga Padang Menghilang Diduga Gabung Gafatar

16 Warga Padang Menghilang Diduga Gabung Gafatar
Padang, Obsessionnews - Sebanyak 16 warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menghilang dan keberadaan mereka belum diketahui. Mereka menghilang hampir dalam waktu bersamaan. Kapolresta Padang Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wisnu Andayana mengatakan, kehilangan anggota keluarga di Padang diketahui, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya. Semua yang hilang masih ada hubungan saudara. "Semuanya ini tidak semuanya orang dewasa. Ada yang masih balita, anak-anak bahkan yang sudah berusia diatas 70 tahun," kata Wisnu Andayana usai apel di Markas Polresta Padang, Jum'at (15/1). Wisnu Andayana tidak mau berspekulasi, mereka hilang apakah ikut bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). "Kita masih selidiki ya, karena informasinya mereka ke Kalimantan atau Sulawesi. Kita masih terus mendalaminya," kata Wisnu. Setelah pemberitaan Gerakan Nusantara atau Gafatar marak dibicaraka, warga aktif melaporkan anggota keluarganya yang hilang ke pihak kepolisian. Salah seorang warga yang melaporkan anggota keluarganya hilang, bernama Deni Hendri. Warga Perumahan BBI Blok E/9, Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ini melaporkan isteri beserta dua anaknya yang hilang dari rumah ke pihak kepolisian. Ia melapor pada Sabtu tanggal 9 Januari lalu. Isteri Hendri Deni bernama Ana Sri Fatiah berusia 25 tahun bersama dua anaknya bernama Farid Rizki Ramdani berusia 5,5 tahun dan Nadin alias Syahila berusia 2,3 tahun hilang dari rumah hari Kamis tanggal 7 Januari. Hendri Deni baru mengetahui isteri bersama anaknya hilang setelah sampai di rumah pada malam hari setelah pulang dari tempat kerja. Ia juga tidak mengetahui kemana tujuan isterinya. Kuat dugaan isteri dan anaknya bersama mertua dan kakak iparnya, sebab mertua dan kakak iparnya tidak ada di kampung di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Mertua Hendri Deni bernama Nurhayati berusia 55 tahun dan kaka iparnya bernama Ario Putra berusia 30 tahun, keberadaannya juga tidak diketahui dan sama-sama menghilang dengan isteri bersama anaknya. (Musthafa Ritonga)