Media Dunia Puji Indonesia

Aksi teror bom yang mengguncang Jakarta, Kamis pagi (14/1), tak sedikit pun menakuti masyarakat Indonesia, khususnya warga ibukota. Sebaliknya, sikap berani para netizen dengan tagar #KamiTidakTakut mendapat pujian media-media asing. Media berpengaruh Huffington Post UK, misalnya. Menyebut aksi teror di Jakarta mirip dengan aksi di Paris. Bedanya, teroris tak berhasil membuat gentar warga. Sebaliknya, netizen Indonesia malah melawan dengan tagar #KamiTidakTakut. HuffPost dengan tegas menyebutnya sebagai "Undeniable message of defiance" atau pesan perlawanan yang tak terbantahkan. HuffPost juga menyebutnya sebagai "powerfull message Dalam konferensi pers di Istana, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun menyampaikan pesan yang sama bahwa "Indonesia tidak mudah ditakut-takuti!" Bahkan ketika BBC world pertama kali meluncurkan tagar #PrayForJakarta, seorang pengguna sosial media asal Indonesia dengan akun sandraindora, melakukan tweet back dengan menuliskan "Kami memilih #KamiTidakTakut, bukan #PrayFor. Artinya, kami tidak takut. Ini menyatukan kami sebagai satu bangsa." Ada pula netizen bernama Aisyah Rania yang menjawab ajakan BBC World dengan mengatakan, "Mengapa harus berdoa untuk Jakarta sekarang? Kami sudah lakukan itu setiap hari. Jakarta baik-baik saja, karena kami berani, kami tidak takut!" Ada lagi Astrid Ariani yang menyatakan "Kami masih di kantor, bekerja seperti biasa, malah mau rapat lagi." Cuitan-cuitan di tweeter dan populernya tagar #KamiTidakTakut inilah yang membuat media asing memuji sikap dan keberanian warga Indonesia. Presiden Joko Widodo sendiri juga menyampaikan pesan ke dunia luar, khususnya para teroris bahwa ia tidak takut. Presiden turun meninjau tempat kejadian perjara (TKP) dengan pengawalan standar. [caption id="attachment_89831" align="alignright" width="271"]
“Gerobak sate ini jaraknya hanya 100 meter dari lokasi serangan teroris dua jam yang lalu dan laki-laki ini masih membakar satenya dan para pembelinya masih memesan satenya. Ini adalah Jakarta! Kamu (pelaku teror) tidak bisa meneror Jakarta! Takut tidak ada dalam kamus kami.”[/caption] Sebuah gambar beredar di sosial media yang menunjukkan seorang tukang sate yang mangkal hanya 100 meter dari TKP masih asyik melayani pesanan.
Gambar ini banyak dikomentari netizen asing. Salah seorang mengomentarinya, "Cuma orang Indonesia yang bisa begini." Baca juga:Bom Meledak di Depan SarinahJokowi Perintahkan Kapolri Kejar Pelaku Bom JakartaJokowi Kecam Bom JakartaMenko Polhukam: Pasca Teror Bom, Jakarta Telah AmanPasca Teror Bom Sarinah, Kedubes-kedubes di Jakarta Biasa SajaISIS Klaim Tanggung Jawab Atas Teror Jakarta
“Gerobak sate ini jaraknya hanya 100 meter dari lokasi serangan teroris dua jam yang lalu dan laki-laki ini masih membakar satenya dan para pembelinya masih memesan satenya. Ini adalah Jakarta! Kamu (pelaku teror) tidak bisa meneror Jakarta! Takut tidak ada dalam kamus kami.”[/caption] Sebuah gambar beredar di sosial media yang menunjukkan seorang tukang sate yang mangkal hanya 100 meter dari TKP masih asyik melayani pesanan.
Gambar ini banyak dikomentari netizen asing. Salah seorang mengomentarinya, "Cuma orang Indonesia yang bisa begini." Baca juga:Bom Meledak di Depan SarinahJokowi Perintahkan Kapolri Kejar Pelaku Bom JakartaJokowi Kecam Bom JakartaMenko Polhukam: Pasca Teror Bom, Jakarta Telah AmanPasca Teror Bom Sarinah, Kedubes-kedubes di Jakarta Biasa SajaISIS Klaim Tanggung Jawab Atas Teror Jakarta




























