Korban Ledakan Bom Sarinah 11 Orang

Jakarta, Obsessionnews- Peristiwa berdarah yang tidak disangka-sangka sebelumnya di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) menggegerkan masyarakat Jakarta. Ribuan warga pun berkerumun datang ditempat kejadian perkara (TKP). Berawal sekitar pukul 10:00 WIB, kawasan Jl MH Thamrin terlihat sunyi. Tiba-tiba ada ledakan di pos polisi di depan Gedung Sarinah. Ledakan bom diduga dilakukan teroris. Sekitar lima belas menit kemudian polisi tiba di kejadian. Warga yang berada di TKP diamankan polisi. Tidak lama kemudian terjadi kontak senjata antara polisi dan teroris di Starbucks Coffee. Seorang warga bernama Dodi, yang sedang nongkrong di TKP, sempat melihat seorang teroris menembak membabi buta di depan Starbucks Coffee. "Kami langsung diamankan di jalan ini oleh polisi. Kemudian terjadi kontak senjata," ungkapnya,, Kamis (14/1). Sebelumnya beredar kabar bahwa salah seorang teroris masuk ke Starbucks Coffee. Nnamun tim gegana Polri tidak menemukan pelaku. Hingga akhirnya diputuskan kalau di dalam gedung itu tidak ada pelaku. Kurang lebih lima jam, situasi TKP menegangkan hingga akhirnya Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menemui wartawan di TKP. Dia menyatakan ada 7 korban meninggal dunia dan 4 orang luka-luka. "Ada 5 teroris, 1 warga sipil asal Indonesia, 1 warga sipil warga Belanda, empat orang luka-luka, dengan lima kali ledakan bom," beber Luhut. Dari 4 orang luka-luka itu di antaranya ada polisi. Saat ini korban yang meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri, sedangkan korban luka-luka telah dibawah di RSPAD, sehingga total korban 11 orang. Sementara itu Jl. MH Thamrin yang sempat ditutup kemudian dibuka kembali pukul 15.30 WIB. (Asma Muna)





























