Ternyata, Dokter ''Pembunuh'' Siska Masih di Indonesia

Jakarta, Obsessionnews - Dokter Randall Cafferty yang diduga lakukan malpraktik penyebab kematian Allya Siska Nadya saat berobat di klinik Chiropractic Pondok Indah Mall Jakarta Selatan, ternyata masih berada di Indonesia. Sebelumnya, diperkirakan dia sudah kabur keluar negeri. "Yang terpenting informasi terakhir yang kami dapat dari Imigrasi bahwa dokter Randall belum keluar dari Indonesia," kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti dalam jumpa pers di ruangannya, Jakarta, Rabu (13/1/2016). Karena dokter asing yang berasal dari Amerika Serikat (AS) itu ternyata masih berada di Indonesia. Menurut Krishna, apabila ada peningkatan status maka pihaknya akan mengupayakan segala sumber daya guna mencari chiropractor asal AS tersebut. Bahkan, tegas Khrisna, pihaknya sudah menyiapkan pencekalan bilamana Randall berusaha melarikan diri dari Indonesia. "Cekal sudah dimintakan. Tapi dia sudah overstay dan belum keluar dari Indonesia," tandas Direktur Reskrimum Polda Jaya ini, Karena sudah memegang hasil forensik, Krishna mengaku Rabu malam ini juga pihaknya melakukan gelar perkara atas kematian Allya Siska untuk membangun konstruksi hukum terhadap praktek chiropractic. [caption id="attachment_87436" align="aligncenter" width="600"]
Randall Cafferty[/caption] Randall Tersangkut Kasus Malpraktik di AS Terapis Dr Randall Cafferty yang berpraktik di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic, Cabang Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, ternyata pernah tersangkut kasus serupa di negeri asalnya, Amerika Serikat. Izin praktiknya pun dicabut. Berdasarkan hasil penelusuran Obsessionnews.com, Departemen Consumers Affairs, negara bagian California, AS, pernah mencabut izin praktik Randall pada 13 Maret 2013. Izin itu dicabut menyusul pengaduan malpraktik seorang pasien yang ditanganinya pada 22 Agustus 2012. Para anggota dewan penguji praktisi chiropractic (Board of Chiropractic Examiners) dari Departemen Consumers Affairs, California, dalam laporannya ke publik mencatat beberapa chiropractor (praktisi chiropractic ) telah melakukan malpraktik sehingga izin praktiknya harus dicabut. Terhadap Randall Cafferty, dewan penguji menyatakan chiropractor satu ini jelas terbukti telah melakukan tindakan “Unprofessional conduct” (cara-cara tidak profesional) dan “Conviction of a crime” (terbukti melakukan aksi kriminal).
Kala itu malpraktik terjadi di kilinik miliknya, Randall Cafferty Chiropractic Clinic, beralamat di 981 Civic Center Dr, Vista, California, AS. Dengan kata lain, Randall yang diduga kuat telah ‘membunuh’ Allya Siska Nadia, ini, di kliniknya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, memang terbukti sudah bermasalah sejak dari negerinya. Kini, Randall dikabarkan sudah kabur dari Indonesia. Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA). Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty. “Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” ungkap Alfian Helmy, ayah Siska. Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik. Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek. Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan. Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat Jumat (7/8/2015) pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kasus dugaan malpraktik Siska ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (Albar) Seiring kasus Siska, Obsessionnews.com ingin menjaring pendapat Anda sebagai pembaca. Masihkah Anda memilih chiropractic sebagai alternatif pengobatan? Kami persilakan Anda untuk berpartisipasi dalam polling ini. Baca juga:Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah TerapiBayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah MeninggalSalah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 JamSiska dan Dunia SosmedKasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil PoldaAnggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip SiskaKasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas PariwisataTernyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan OrangtuaMeninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannyaKasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic TerbongkarBelajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses HukumTerapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di ASAkhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya IzinMetode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama
Randall Cafferty[/caption] Randall Tersangkut Kasus Malpraktik di AS Terapis Dr Randall Cafferty yang berpraktik di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic, Cabang Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, ternyata pernah tersangkut kasus serupa di negeri asalnya, Amerika Serikat. Izin praktiknya pun dicabut. Berdasarkan hasil penelusuran Obsessionnews.com, Departemen Consumers Affairs, negara bagian California, AS, pernah mencabut izin praktik Randall pada 13 Maret 2013. Izin itu dicabut menyusul pengaduan malpraktik seorang pasien yang ditanganinya pada 22 Agustus 2012. Para anggota dewan penguji praktisi chiropractic (Board of Chiropractic Examiners) dari Departemen Consumers Affairs, California, dalam laporannya ke publik mencatat beberapa chiropractor (praktisi chiropractic ) telah melakukan malpraktik sehingga izin praktiknya harus dicabut. Terhadap Randall Cafferty, dewan penguji menyatakan chiropractor satu ini jelas terbukti telah melakukan tindakan “Unprofessional conduct” (cara-cara tidak profesional) dan “Conviction of a crime” (terbukti melakukan aksi kriminal).
Kala itu malpraktik terjadi di kilinik miliknya, Randall Cafferty Chiropractic Clinic, beralamat di 981 Civic Center Dr, Vista, California, AS. Dengan kata lain, Randall yang diduga kuat telah ‘membunuh’ Allya Siska Nadia, ini, di kliniknya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, memang terbukti sudah bermasalah sejak dari negerinya. Kini, Randall dikabarkan sudah kabur dari Indonesia. Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA). Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty. “Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” ungkap Alfian Helmy, ayah Siska. Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik. Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek. Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan. Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat Jumat (7/8/2015) pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kasus dugaan malpraktik Siska ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (Albar) Seiring kasus Siska, Obsessionnews.com ingin menjaring pendapat Anda sebagai pembaca. Masihkah Anda memilih chiropractic sebagai alternatif pengobatan? Kami persilakan Anda untuk berpartisipasi dalam polling ini. Setelah kasus Siska, masihkah Anda memilih chiropractic sebagai alternatif pengobatan?





























