OJK Prediksi Perekonomian Indonesia Bakal Membaik

Jakarta, Obsessionnews - Memasuki hari ke 13 tahun 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi perekonomian Indonesia bakal membaik. Namun, tetap ada tantangannya. Prediksi tersebut, didasari membaiknya berbagai indikator makro ekonomi serta capaian di tahun 2015 lalu. Bahkan, sektor perbankan pun disinyalir akan punya kinerja baik untuk tahun ini. Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis pada Seminar Sehari & Executive Roundtable : Konglomerasi Jasa Keuangan di Indonesia, mengatakan, meski diprediksi bakal membaik tapi bukan berarti pelaku perbankan nasional lantas bisa berleha-leha. Tantangan terbesar bagi ranah perbankan di tahun 2016 ini, bukan lagi soal kredit bermasalah. Namun lebih kepada persoalan dana. Irwan bilang, dengan loan to deposite ratio (LDR) atau rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang berada hampir di posisi 90 persen, tergolong cukup tinggi. Makanya, tak mudah bagi perbankan mencapai pertumbuhan kredit tanpa didukung tumbuhnya dana dengan baik. "Menjadi tantangan untuk mencari strategi membangun funding yang tepat dan benar. Sehingga, pertumbuhan dana menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan kredit," jelas Irwan kepada wartawan. Selanjutnya, dia menjelaskan, dalam survei perbankan Bank Indonesia (BI) terkait DPK, para responden memperkirakan pertumbuhan kuartal bakal melambat pada kuartal I 2016. Ini, lantaran penurunan suku bunga dana. Sementara itu, pada kuartal I 2016, rata-rata suku bunga dana bakal turun 3 basis poin jadi 7,02 persen. (Mahbub Junaidi)





























