MUI Jateng Kecam Ajaran Gafatar Sesat

Semarang, Obsessionnews - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) membuat gerah kaum muslimin di Indonesia. Tak terkecuali, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, yang mana mengkategorikan paham akidah dianut Gafatar adalah sesat.
"Gafatar itu tidak lain penjelmaan Ahmad Musadeq. Termasuk ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam," ujar Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji di Semarang, Rabu (13/1/2016).
Menurut sesepuh kyai ini, Gafatar tak lain dan tak bukan hanyalah jelmaan Islam Alqiyadah, buatan Ahmad Musadeq yang mengaku-ngaku sebagai nabi terakhir, setelah Nabi Muhammad SAW. Tentu saja, hal itu mengada-ada, sebab tidak ada nabi terakhir selain Kanjeng Nabi Rasulullah.
"Islam Musadeq itu mengakui ada nabi lain, selain nabi Muhammad SAW. Dimana, pembawa ajarannya Ahmad Musadeq mengaku nabi," jelasnya.
Berdasarkan, Rakernas MUI tahun 2006, kriteria ajaran Islam dilihat dari 10 poin. Diantaranya, ajaran itu tidak mengakui Nabi Muhammad SAW adalah utusan terakhir, tidak memakai Alquran dan hadis sebagai sumber hukum Islam, dan tidak menjalankan shalat wajib lima watu ataupun kewajiban-kewajiban lain.
Hingga kini, MUI Jateng telah mengantisipasi eksodus Gafatar dengan mencegah jaringan mereka tumbuh di Jawa Tengah. MUI bersama ormas Islam lain dan masyarakat terus melakukan sosialisasi terkait ajaran agama Islam sesat.
Pihaknya pun menghimbau masyarakat muslim tidak terpancing perbincangan organisasi Gafatar. Selain itu ia menegaskan, bahwa tidak ada organisasi agama Islam di Indonesia, selain Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama.
"Pola organisasi Islam terbesar di Indonesia hanya NU dan Muhammadiyah," beber dia. (Yusuf IH)





























