Gafatar Belum Dinyatakan Sesat Tapi Diwaspadai

Gafatar Belum Dinyatakan Sesat Tapi Diwaspadai
Subang, Obsessionnews - Meski keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) belum dinyatakan sesat, tetapi harus menjadi perhatian bersama dan harus disikapi secara serius oleh semua pihak supaya tidak meresahkan masyarakat. "Kebetulan beberapa hari yang lalu kita sudah ada koordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait untuk menyikapi persoalan Gafatar dan memang harus disikapi secara serius," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang, Jawa Barat, KH Moch Musa, Rabu (13/1/2016). Namun, kata Musa, pihaknya belum berani menyimpulkan sesat tidaknya organisasi Gafatar. "Soal sesat ataupun tidak, kami akan melakukan kajian berdasarkan data dan bukti-bukti yang mengarah pada sesatnya ajaran ormas tersebut," paparnya. Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan MUI Pusat tentang laporan adanya Gafatar di Kabupaten Subang. "Tetapi hingga kini belum ada tanggapan lagi dari MUI Pusat terkait keberadaan Gafatar di Subang ini. Dan kita akan menunggu instruksi dari pusat," katanya. Selain itu, lanjut Musa, pihaknya tetap memonitoring dan mengecek keberadaan Gafatar terkait dengan aktivitas yang dilakukannya. Termasuk persoalan Gafatar ini akan dibawa ke sidang Musyawarah Wilayah (Musywil) MUI tingkat Jawa Barat pada 25 Januari 2016 mendatang. "Untuk itu, kami juga minta kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama memantau dan mewaspadai kalau kemudian organisasi (Gafatar) ini sangat membahayakan masyarakat," katanya. [caption id="attachment_89511" align="alignleft" width="253"]Ketua PCNU Subang, KH Musfiq Amrullah Ketua PCNU Subang, KH Musfiq Amrullah[/caption] Sedangkan menurut Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul ‘Ulama (PCNU) Subang, KH Musyfiq Amrullah, organisasi Gafatar perlu diwaspadai oleh semua pihak agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Kita harus sama-sama mewaspadainya. Karena, sebagai warga negara yang baik, kita juga harus menjadi bagian penting dalam menyikapi ajaran-ajaran yang sudah masuk di masyarakat," kata Musyfiq. Kendati sudah ada pihak yang  menyatakan bahwa Gafatar itu sesat, namun pihaknya belum bisa menyimpulkannya itu sesat. "Yang penting kita mendorong pemerintah dan mengawalnya agar kemudian hal-hal yang mengarah kepada ajaran sesat, kita juga akan siap membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.     Gafatar di Subang Aktif Kegiatan Sosial Keberadaan Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Subang Jawa Barat ternyata telah lama hadir dengan berbagai kegiatan sosial. Menurut Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang dan Linmas), Rona M. melalui Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga, Nurhayat Abdillah, ormas Gafatar aktif berkegiatan dan mengikuti kegiatan dibanding ormas lain. Ormas Gafatar telah terdaftar sejak tahun 2012. "Bentuknya ormas, iya (namanya) Gafatar. Sebelum pertengahan 2015 mereka masih aktif kegiatan," kata Nurhayat, Rabu (13/1/2016). [caption id="attachment_89619" align="aligncenter" width="640"]Kepala Seksi HUbungan Antar Lembaga, Kesbang dan Linmas, Nurhayat Abdillah menunjukkan Tanda Daftar Ormas Gafatar Kepala Seksi HUbungan Antar Lembaga, Kesbang dan Linmas, Nurhayat Abdillah menunjukkan Tanda Daftar Ormas Gafatar[/caption] Kata Nurhayat, kegiatan Ormas Gafatar sebagian besar lebih bersifat sosial, seperti bakti sosial, kegiatan donor darah, membersihkan lingkungan dan tanam pohon. "Bahkan setiap akan mengadakan kegiatan mereka aktif memberikan laporan. Saya beberapa kali diundang dalam kegiatan mereka," imbuh Nurhayat. Alamat Ormas Gafatar di Subang tercatat di Perum Gembor Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden. Dengan susunan pengurus Yakub sebagai Ketua dan Uci Sanusi sebagai Sekretaris. (Teddy)