Dicopot Dari Pimpinan DPR, Fahri Diminta Patuh

Dicopot Dari Pimpinan DPR, Fahri Diminta Patuh
Jakarta, Obsessionnews - ‎Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah merasa geram atas rencana pengurus DPP PKS yang ingin melakukan perombakan anggotanya di DPR, termasuk Fahri yang dikabarkan akan dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR. Menanggapi hal tersebut, mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, menilai, Fahri tidak perlu kecewa atau marah atas rencana keputusan DPP. Sebagai anggota harusnya Fahri "manut" pada mekanisme dalam evaluasi Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) DPP PKS. "Kalau menurut saya Fahri hadapi saja dipanggil DPTP (Dewan Pimpinan Tingkat Pusat) jawab, BPDO jawab," kata Tifatul di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (11/1/2016). Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS ini, membenarkan bila bukan tradisi di partainya bila ada masalah internal menjadi konsumsi publik. BPDO partai pun tak pernah mengumbar masalah internal yang sedang dievaluasi. "Di PKS itu tak biasa kita membangun opini publik kalau ada masalah. Kalau dipanggil BPDO atau dewan syariah dia datang. Di BPDO itu enggak pernah ada masalah diumumkan, ke kader saja tak diumumkan," ungkapnya. [caption id="attachment_84102" align="alignleft" width="324"]Tifatul Sembiring Tifatul Sembiring[/caption] Selain itu, mantan Menkoinfo itu juga menuturkan, partainya sudah biasa melakukan evaluasi terhadap seluruh anggotanya. Pergantian jabatan diberlakukan berdasarkan kebutuhan partai dan kinerja. Sebelumnya, Fahri Hamzah menanggapi isu seputar rencana pencopotan dirinya dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPR RI, dan mengatakan sangat menyayangkan masalah internal partainya yang sekarang menjadi konsumsi publik. "Beberapa pekan ini saya mendapat banyak pertanyaan dari awak media terkait pernyataan Ketua Bidang Polkam DPP PKS Bapak Al Muzammil Yusuf, pernyataan Presiden PKS Bapak Muhammad Shohibul Iman dan pernyataan Wakil Sekjen DPP PKS Bapak Mardani Alisera mengenai adanya evaluasi oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) DPP PKS kepada para pejabat publik yang berasal dari PKS serta pemberitaan tentang permintaan mundur kader dan simpatisan PKS terhadap diri saya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (10/1).‎ (Albar)