Pemkab Pessel Undang Awam Prakoso Mendongeng

Pemkab Pessel Undang Awam Prakoso Mendongeng
Painan, Obsessionnews - Pemerintah Kabupaten Pesisir (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) terus memacu pembangunan di daerah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan mendatangkan Kak Awam Prakoso, Sabtu (9/1/2016). Pemerintah setempat mendatangkan Kak Awam Prakoso untuk mendongeng dihadapan anak panti asuhan se Kabupaten Pesisir Selatan. Bertempat di Pantai Carocok Painan, Penjabat (Pj) Bupati Pessel, Alwis mengatakan, acara mendongeng bersama Kak Awam Prakoso di pantai Carocok Painan, selain mengajak anak-anak dan masyarakat menikmati keindahan pantai Carocok juga mengisyaratkan Acara Mendongeng sebagai upaya mencerdaskan anak-anak di Pesisir Selatan ini. "Jika ini dikelola secara baik sebagai agenda tetap disetiap lokasi wisata Pessel, negeri sejuta pesona ini tentunya akan mampu meningkatkan kunjungan wisata keluarga yang hebat," kata Alwis dalam sambutannya pada acara mendongeng dengan anak panti asuhan se Kabupaten Pesisir Selatan di Pantai Carocok Painan, Sabtu (9/1). Acara yang dihadiri Danrem 032/Wirabraja, tokoh Pustakawan Suumbar dan beberapa kepala SKPD, guru-guru anak Paud dan SD dilingkungan Pemkab Pesisir Selatan serta lebih dari 200 orang anak-anak PAUD dan SD mengikuti acara Mendongeng bersama Kak Awam Prakoso ini, Alwis mengatakan, perkembangan dunia pariwisata di Pessel semakin hari semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dalam mendukung dan memaknai keberadaan kemajuan pariwisata saat ini, pemerintah daerah terus memberikan perhatian dari berbagai sektor pembangunan termasuk dalam dunia pendidikan anak dan perpustakaan bagi masyarakat Pessel. Membaca, menulis dan mau mendengarkan cerita merupakan sesuatu kebutuhan dalam perkembangan kecerdasan, kemajuan dan kepribadian karakter manusia itu sendiri. Makin sering seseorang membaca, menulis dan mendengarkan hal hal yang baik tentunya juga akan memberikan pengetahuan dan kecerdasan mereka terhadap sesuatu dalam kebaikan hidupnya baik untuk diri sendiri maupun untuk lingkungannya. "Dalam pembukaan UUD 1945, dari 4 tujuan pembentukan Negera Republik Indonesia ada dua tujuan yang menjadi tanggungjawab dan peran Badan Perpustakaan dan Arsip yakni, memajukan kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu jika selama ini orang kurang memaknai peran Perpustakaan dan Arsip secara baik dan benar, tentunya kedepan perlu menjadi perhatian besar di setiap kepala daerah dalam mensejahteraan kehidupan masyarakatnya," sebut Alwis. Acara mendongeng selama ini dikenal, sebagai cerita pengantar tidur anak. Memberikan pesan pendidikan karakter kepada anak dan memberikan ruang pemikiran anak dalam menginspirasi keinginan dirinya nanti. Disamping itu, mendongeng juga dapat sebagai nasehat yang bijak kepada anak dan kesempatan anak-anak berkumpul mendapatkan sesuatu cerita membuat mereka lebih terbuka dan mau bekerjasama. "Acara ini, untuk menyamakan persepsi pendidikan anak-anak Pessel sejajar pekembangannya dengan anak-anak secara nasional. Mudah-mudahan nantinya anak-anak Pessel ini tidak kalah bersaing dengan anak-anak seumuran mereka ditingkat nasional maupun dunia," harap Alwis. (Musthafa Ritonga)