Cha, Bayangkan Tempat yang Indah...

Cha, Bayangkan Tempat yang Indah...
Jakarta, Obsessionnews - Empat bulan menjelang ulang tahunnya yang ke-33, Allya Siska Nadya menutup mata untuk selamanya. Gadis ini meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, Jumat , 7 Agustus 2015 pagi. Ia diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan oleh dr Randall Cafferty, terapis berkewarganegaraan Amerika Serikat, di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015). Kepergiannya mengejutkan kedua orang tuanya, saudara-saudaranya, dan teman-temannya. Mereka tidak menyangka gadis yang pandai bergaul tersebut secepat itu pergi ke alam baka. Ada yang memanggilnya Allya, ada pula yang memanggilnya Siska. Sedangkan orang tua dan saudara-saudaranya memanggilnya dengan panggilan kecilnya: Chicha. Siska dilahirkan di Bandung, Jawa Barat, 28 Desember 1982, sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Ketiga saudaranya kembar, yakni Elvita Natassa, Elvira natliya, dan Vida. Usia Siska terpaut enam tahun dengan saudara-saudaranya. Ia buah cinta pasangan Alfian Helmy Hasjim dan Arnisda. Alfian adalah mantan Vice President Communication PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Siska menggondol titel Bachelor of Creative Industries bidang Public Relations padaQuensland University of Technology, Brisbane, Australia, tahun 2005. Setelah bekerja beberapa tahun di Jakarta, rencananya pada 18 Agustus 2015 Siska akan terbang ke Paris untuk melanjutkan program MBA di Edhec Bussiness School Lille di Roubaix Cedex, sebuah kota kecil di perbatasan Perancis dan Belgia. Tetapi semua rencana itu urung karena kematian merenggutnya beberapa jam setelah menjalani terapi chiropractic. Dua belas hari setelah Siska meninggal dunia, yakni Rabu, 19 Agustus 2015, seorang kakaknya, Elvira Natliya, menulis sebuah artikel berjudul Salah Terapi di Chiropractis Merenggut Nyawa Adikku Dalam 6 Jam di blog elviranatliya.blogspot.co.id. Elvira menuturkan, Siska lahir dengan berat 4 kg. Sebenarnya Elvira dan kedua saudaranya mengharapkan mempunyai adik laki-laki. “Ternyata memiliki adik bayi perempuan sangat menyenangkan. Walaupun kadang kami suka jahil kepadanya,” katanya. Menurut Elvira, Siska peduli pada orang-orang di sekitarnya. Pernah suatu kali saat duduk di kelas 2 di SD St. Theresia, Padang, Siska datang membawa oleh-oleh setusuk sate dan ketupat untuk ibu. Uang untuk membeli sate dan ketupat itu pinjaman dari sopir. “Dan kebiasaan mengoleh-olehkan orang di rumah pun berlanjut sampai dia dewasa. Mungkin hanya buah tangan kecil tapi kami jadi tahu bahwa dia ingat pada kami,” ujar Elvira. Elvira mngungkapkan, semenjak tahun 2014 Siska didiagnosis mempunyai kelainan tulang belakang yang disebut Kyphosis. Kyphosis adalah kondisi di mana tulang belakang membengkok secara berlebihan. Hal ini bisa terjadi karena banyak hal, misalnya kebiasaan duduk yang salah atau membawa barang-barang yang berat seperti laptop. Keluhan tersebut dirasakannya sejak tahun 2011. Dokter menyarankannya untuk MRI dan CT scan sebagai persiapan untuk operasi. Elvira menyarankan Siska untuk beryoga, atau berpilates. Kebetulan, Elvira dan Vita memiliki studio pilates. Klien mereka menderita sakit punggung ataupun trauma karena jatuh. Meskipun keadaan tubuhnya begitu, Siska tidak menjadi manja. Dia tetap bersemangat bekerja walaupun tubuhnya seperti tidak kuat. Tiap kali Elvira datang di hari Sabtu- Minggu untuk menginap di rumah ibunya, pasti tukang pijit datang untuk membantu Siska memulihkan stamina. “Beberapa kali dia pergi infus Vitamin B karena ingin tetap bekerja di hari berikutnya. Adikkku ini memiliki kemauan yang keras dan mandiri. Meskipun orang tua kami sangat mampu dan memanjakannya, dia lebih suka menikmati hasil jerih payahnya sendiri,” kata Elvira. Kamis, 6 Agustus 2015, Elvira mendapat BBM dari ibunya. Isinya supaya Elvira , Vida, dan Vita berkumpul week-end menjelang keberangkatan Siska ke Perancis. “Berat hati kami melepasnya tapi kami tahu bahwa travelling dan belajar adalah panggilan hati Chicha. Selama Chicha bahagia, kami pun bahagia. Kami pun setuju untuk berkumpul,” tutur Elvira. Saat Elvira sedang tidur, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Yang menelepon adalah kakaknya, Vida. Vida mengabarkan Siska berada di RSPI, sakit punggung sampai tidak sadarkan diri. Elvira kemudian menuju ke RSPI. Sesampai di sana, Elvira melihat Siska terbaring lemah dan tak sadarkan diri, denyut nadinya berada di angka 70-40, punggung kanan atasnya membengkak. “Aku panik, kupanggil-panggil namanya. Dua orang dokter terlihat mengawasinya. Kucari mama, aku tahu mama pasti hancur hatinya bila terjadi sesuatu yang buruk pada adikkku. Mama terduduk lemas di pojok ruangan, wajahnya khawatir, papa terlihat mondar- mandir mendatangi dokter. Diagnosa saat itu adalah pecah pembuluh darah. Kudampingi mama, tak lama tante dan omku datang untuk melihat Chicha,” kata Elvira. Setengah jam berada di sana, Vita mengabarkan bahwa Siska sadarkan diri. Tetapi karena Siska memiliki kecenderungan untuk meronta-ronta dan melepaskan alat-alat bantunya, maka dokter memutuskan untuk memberikan tambahan obat penenang. “Sedikit lega dan optimis kami saat itu. Dengan perasaan was-was kudatangi adikku. Semoga semua baik-baik saja dan rencana berangkat tetap dijalankan,” kata Elvira. Tiba-tiba Siska membuka matanya dan meringis, alat bantu pernafasan dimuntahkannya. “Sakit Cha?” tanyaku. “Iya,”jawabnya lirih. “Mau miring Cha?” tanyaku lagi. “Iya.” Tiba-tiba Siska meringis kembali. Matanya terlihat seperti merasakan sakit, bibirnya pucat dan tangannya terasa dingin. Elvira mencoba menenangkan Siska dengan hipnoterapi, supaya Siska tenang dan rasa sakitnya bergeser. “Saat aku berkata ‘Cha, bayangkan tempat yang indah Cha, di mana Chicha happy sekali,’ kulihat matanya seperti melihat sesuatu. Llalu nadinya berubah menjadi datar. Dokter dan perawat-perawat segera berhamburan. Dokter memompa jantungnya setengah jam. Mama kelihatan menyerah. ‘Tolonglah bimbing dia Vir,’ mama memintaku dengan berair mata,” kata Elvira. Dia melanjutkan ceritanya,”Tanda- tanda vital Chicha akhirnya melemah. Kami harus merelakan Chicha pergi. Rumah sakit mengumumkan jam 6.15 sebagai waktu Chicha meninggal, tapi kami yakin pada pukul 5.45 Chicha sudah pergi. Dengan perasaan sedih, dada serasa dicabik- cabik dan air mata berlinang, aku pun mengumumkan: Innalillahi wa’inna illaihi raa’jiun, telah berpulang ke rahmatullah adik, saudara perempuan kami yang tercinta: Allya Siska Nadya hari ini di RSPI, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Bintaro Raya.” Elvira menuturkan lagi,”Sebegitu cepatnya kamu pergi Cha. Kepergian Chicha menyisakan pertanyaan. Bahkan kami pihak keluarga pun sampai tidak sanggup menjawab karena kami tidak tahu persis apa yang terjadi dengan Chicha sehingga begitu fatal. Kami sedang mengusut masalah ini. Tetapi yang kami ketahui pada hari Kamis Chicha pergi menemui seorang chiropractic bernama Dr. Randall Caferty yang berpraktek di Chiropractic First, Pondok Indah 2x, pada jam 1 siang dan pada jam 7 malam harinya. Lalu jam 11.30, ayah kami dibangunkan oleh alm yang mulai merasakan sakit yang luar biasa pada punggungnya. Untuk itu kami butuh dukungan dan doa supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali.” Seminggu setelah Siska meninggal dunia, Alfian dan isterinya melaporkan Randall ke Polda Metro Jaya. Polisi telah dua kali memanggil Randall, tapi warga negara AS itu selalu mangkir. Berbulan-bulan kasus itu tidak ada kejelasannya. Alfian pernah mendatangi sebuah perusahaan media besar untuk minta bantuan mengungkap kasus tersebut, tapi tak direspons. Selanjutnya pada Desember 2015 Alfian mengunjungi kantor redaksi situs berita Obsessionnews.com. Kemudian tim Obsssionnews.com melakukan investigasi. Berita kasus malpraktik yang menyebabkan kematian Siska dalam beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Kasus ini pertama kali diberitakan di Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, kemudian diikuti media-media lainnya. (arh) Seiring kasus Siska, Obsessionnews.com ingin menjaring pendapat Anda sebagai pembaca. Masihkah Anda memilih chiropractic sebagai alternatif pengobatan? Kami persilakan Anda untuk berpartisipasi dalam polling ini. [dyamar_poll id="3"]Baca juga:Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah TerapiBayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah MeninggalSalah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 JamSiska dan Dunia SosmedKasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil PoldaAnggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip SiskaKasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas PariwisataTernyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan OrangtuaMeninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannyaKasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic TerbongkarBelajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses HukumTerapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di ASAkhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya IzinMetode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama