Peran KAHMI Jaya Wujudkan Masyarakat DKI Adil Makmur

Peran KAHMI Jaya Wujudkan Masyarakat DKI Adil Makmur
Jakarta, Obsessionnews - DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia berstatus kota metropolitan dengan segala kelas kehidupan, mulai dari yang paling rendah sampai kepada yang paling mewah, Sehingga Jakarta menjadi tolok ukur keberhasilan bagi orang desa atau dari kota kecil. “Jakarta memiliki berbagai peran dan fungsi spesifik yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yaitu sebagai pusat pemerintahan dan pusat kegiatan Internasional baik di bidang ekonomi, politik, budaya maupun kegiatan lain,” tandas Ketua Panitia Muswil Korps Alumni HMI (KAHMI) Jaya, Syamsudin Landie SH, Sabtu (9/1/2016). “Apabila kondisi berbagai aspek kehidupan di Jakarta baik, dengan stabilitas keamanan dan politik yang terkendali, maka kondisi Indonesia secara umum pun cenderung baik begitupun sebaliknya,” tambahnya. Akan tetapi, lanjut dia, pada kenyataannya banyak sekali permasalahan yang dialami kota Jakarta sebagaimana kota metropolitan yang berpenduduk diatas 10 juta, diantaranya kemacetan lalu lintas, banjir, lingkuman kumuh, kemiskinan, tingginya angka pengangguran, urbanisasi, tingkat kriminalitas yang tinggi, kurangnya taman kota, keterbatasan lahan dan lingkungan hidup, belum memadainya pelayanan dan kualitas aparatur pemerintahan dan masih banyak permasalahan lainnya yang dihadapi Pemerintah DKI Jakarta dan masyarakat dalam membangun kotanya bersifat kompleks sehingga memerlukan penanganan yang tepat, terarah, komprehensif dan berkelanjutan. “Gambaran pemikiran tersebut mendorong KAHMI JAYA untuk berperan lebih maksimal dalam memberikan andil yang konseptual dan aplikatif, sehingga terbangun kesesuaian program dalam tiga dimensi yang berbeda, dimana KAHMI harus mampu menterjemahkan peluang-peluang yang berkembang dalam masyarakat dari berbagai sektor,” jelas Syamsudin Landie. Sehingga, kata dia, menarik KAHMI ke tengah dinamika pembangunan nasional adalah sebuah keharusan sejarah, serta kepentingan dan kebutuhan berkelanjutan masa depan ummat yang pada akhirnya peran KAHMI selalu menempati posisi strategis sebagai Organisasi Pencerah. “Proyeksi pemikiran diatas menjadi permasalahan dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia, disatu sisi Rakyat dan Bangsa (Pemerintahan) Indonesia tidak pernah fokus mengurus tatanan berbangsa dan bernegara karena disibukkan oleh politik praktis dan perebutan kekuasaan, sementara kondisi masyarakat yang rata-rata masih hidup dibawah garis kemiskinan menyebabkan mudahnya masuk pengaruh-pengaruh sosial ekonomi melalui pendekatan yang sangat pragmatis dan materialis,” paparnya. Ia pun menilai, gejala makin jauhnya antara realitas Indonesia sekarang dengan apa diamanahkan UUD 45 dan pendiri bangsa memang benar-benar terjadi dan harus segera diluruskan, misalnya apa yang dicanangkan Presiden RI pertama Soekarno melalui Trisakti yaitu Berdaulat bidang Politik, Ekonomi dan Berkepribadian dan Kebudayaan. Dalam konteks itulah, tegasnya, sehingga Musyawarah Wilayah KAHMI Jaya mengambil Tema tersebut sebagai upaya untuk mengambil Peran Strategis dalam bentuk gagasan yang dituangkan menjadi solusi bijak terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sehingga penting dan mendesak dilaksanakan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia, baik secara struktural maupun secara horizontal pada tingkat akar rumput, dengan ketentuan bahwa hanya dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia untuk dapat mengawal dan menyelamatkan Indonesia dalam persaingan Global, melalui proses penguatan potensi diri setiap insan anak negeri dengan menentukan kompetensi yang dimiliki untuk menjawab dan mengantisipasi persoalan masa lalu, masa kini dan masa akan datang secara profesional dan proporsional,” pungkasnya. kahmi 2 Ia menyerukan, KAHMI tidak menghendaki penjajahan dan penindasan seperti yang terjadi di abad 20 bermetafora menjadi penjajahan yang sama tetapi dengan cara yang berbeda mengatasnamakan Globalisasi dan Liberalisasi. “KAHMI ingin menyumbangkan pemikiran agar aset ekonomi sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat bukan hanya dimiliki dan dinikmati oleh segelintir elit, sementara saat ini kita ketahui kebanyakan rakyat semakin terjepit kedalam kemiskinan struktural!” seru Ketua Panitia Muswil KAHMI Jaya. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut di atas, menurut Syansudin Landie, Negara harus melakukan suatu tindakan nyata dalam rangka penyelamatankondisi bangsa yang semakin kompleks, karena tidak mungkin situasi sebagaimana tersebut diatas dapat diselesaikan tanpa ada campur tangan Negara. “Karena tidak mungkin yang lemah bersaing secara bebas dengan yang kuat, dan dalam konstalasi Internasional Negara harus aktif memperjuangkan supaya Globalisasi dan pasar bebas sebagai mainstream kehidupan Internasional bisa diredusir supaya bangsa yang kalah tidak semakin banyak,” tuturnya. Dietgaskan pula, memenangkan masa depan Indonesia dibutuhkan semua komponen bangsa secara kolektif terus bergerak dan berpartisipasi aktif termasuk KAHMI terpanggil untuk menyelesaikan problema bangsa. “Potensi KAHMI yang menghimpun alumni HMI yang tersebar di hampir semua sektor kehidupan bangsa sangat memungkinkan mengambil peran strategis dalam memberikan andil yang konseptual dan aplikatif dalam mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera,” ungkapnya. Maka dengan momentum pergantian pengurus KAHMI Jaya melalui Musyawarah Wilayah KAHMI JAYA pada 29-30 Januari 2016, dan untuk mempererat tali silaturahim serta menumbuhkan semangat kebersamaan sebagai Keluarga Besar Alumni HMI Jakarta Raya, kata dia, maka sebelum penyelenggaraan acara Musyawarah Wilayah tersebut terlebih dahulu akan diadakan beberapa kegiatan PRA MUSWIL di Masjid Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat pada 8, 15, 22, 29 sampai dengan 30 Januari 2016. Kegiatan PRA MUSWIL antara lain adalah Donor Darah, santunan anak yatim, sunatan massal dan beberapa Diskusi Panel dengan Tema : 1. Tanah untuk Kesejahteraan Rakyat. 2. Percepatan Pembangunan Ibukota Negara Jakarta demi Citra Bangsa. 3. Peran Strategis Forhati dalam Optimalisasi Perlindungan Perempuan dan Anak untuk mewujudkan Generasi yang Berkualitas. 4. Peran strategis KAHMI dalam meningkatkan Kualitas SDM, Berwirausaha dan Pembangunan Ekonomi. Syamsudin Landie memaarkan, KAHMI adalah organisasi masyarakat yang berorientasi pada Gerakan (Hijrah) perubahan dan pembaharuan yang signifikan dengan semangat perlawanan terhadap setiap upaya yang ingin mengganggu stabilitas nasional yang berdampak pada proses pembangunan tatanan berBangsa dan berNegara. Menurutnya, KAHMI Jaya berada dalam 3 (tiga) dimensi kehidupan lingkungan strategis yaitu ;di Wilayah Ibukota Negara, Pemerintahan Daerah dan Keummatan, ketiganya terintegrasi sangat kuat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ruang lingkup permasalahan yang senantiasa menyertai ketiga wilayah tersebut sangat dinamis, sehingga dibutuhkan sumberdaya (resource) dan kekuatan (power) untuk membangkitkan energi yang potensial dan memiliki kompetensi dalam menggerakkan segala program, agenda dan aktivitas yang bermanfaat. “Generasi penerus KAHMI semestinya berfungsi strategis membuat format-format kemasyarakatan berBangsa dan berNegara yang lebih massif, sistimatik, terstruktur dan berkelanjutan sebagai bahan telaah kritis sebagai sumbangsih pemikiran kepada Pemerintahan dalam membangun tatanan berBangsa dan berNegara,” jelasnya. (Asma)