Soal Terapi Chiropractic, Ini Pendapat Tokoh dan Masyarakat

Jakarta, Obsessionnews - Ramainya pemberitaan kasus Allya Siska memicu publik untuk mencari tahu tentang metode chiropractic dan muncul banyak imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan jasa, terutama kesehatan. Seperti yang diungkapkan oleh pengamat ekonomi dan Komisaris Independen Bank Mandiri, Aviliani, saat dihubungi Obsessionnews.com. “Saya rasa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan jasa apapun. Harus tanya apakah ada izinnya, dan perlu membaca berbagai informasi tentang jasa tersebut,” ujarnya. Mengenai praktik terapi chiropractic di Indonesia, rupanya tidak banyak orang pernah mencoba metode pengobatan dengan mengurut atau memijat daerah di tulang belakang ini. Aviliani pun mengaku tidak pernah melakukan terapi pijat di klinik seperti Chiropractic, hanya berolahraga untuk menghilangkan nyeri punggung. “Berolahraga secara rutin. Kalau tidak olahraga justru badan sakit. Saya lebih sering melakukan pijat tradisional,” akunya. Begitu pun halnya dengan presenter Rahmah Umayya, “Saya belum pernah coba. Apalagi dengan maraknya berita kasus yang terjadi, saya tidak berani,” pungkasnya. Saat lelah dan merasa pegal atau nyeri punggung, ia memilih melakukan accupressure (totok) atau hot stone massage. Sjaefudin, pria yang pernah menderita cedera tulang belakang mengungkapkan hal senada. ”Saya pernah mengalami saraf kejepit, di mana cincin anulus antara ruas ke-3 dan ke-4 tulang punggung terjepit sehingga menyebabkan kaki kiri terasa nyeri saat berjalan. Saya melakukan pemeriksaan orthopedi dan rontgen di RSUD Kendal. Ada teman memberi info tentang chiropractic, tapi saya bisa sembuh dengan melakukan terapi bersepeda,” tuturnya. Chiropractic sebenarnya adalah teknik pemijatan manipulasi tulang belakang hingga leher. Metode yang berkembang di AS ini harus dilakukan oleh praktisi yang sudah berpengalaman dan tahu titik-titik mana yang dipijat untuk mengurangi keluhan, karena memiliki risiko cedera tulang belakang. Seperti diinformasikan sebelumnya, Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2015). Dia diduga menjadi korban malpraktik dilakukan oleh terapis dari Amerika Serikat, dr Randall Cafferty, di Chiropractic First kawasan Pondok Indah Mal. Kasus dugaan malpraktik ini pertama kali diberitakan di situs berita Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, baru kemudian diberitakan oleh berbagai media massa. Tim Obsessionnews Baca juga: Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah TerapiBayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah MeninggalSalah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 JamSiska dan Dunia SosmedKasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil PoldaAnggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip SiskaKasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas PariwisataTernyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan OrangtuaMeninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannyaKasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic TerbongkarBelajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses HukumTerapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di ASAkhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya IzinMetode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak LamaTernyata, Chiropractic Sekelas Pijat Tradisional





























