Saham Eropa Terangkat Peningkatan di Cina

Beijing - Harga saham di Cina ditutup meningkat 2% pada perdagangan hari Jumat 8 Januari, sesudah mengalami pelemahan parah sepanjang pekan ini. Peningkatan ini juga mengangkat perdagangan saham di Eropa, membuat saham utama di bursa London, FTSE 100, meningkat 0,93%. Di Frankfurt, saham-saham utama DAX juga naik 1,0% dan CAC 40 di Paris juga naik 0,7%. Pihak berwenang Cina memutuskan untuk mencabut aturan 'circuit breaker' yang secara otomatis menghentikan perdagangan ketika perdagangan memanas. Perdagangan membaik setelah pencabutan aturan itu diumumkan. Bank sentral Cina juga memperkuat mata uang yuan sesudah terjadi pelemahan hari Kamis, 7 Januari, yang dianggap sebagai masalah bagi perekonomian Cina. Seperti dilaporkan BBC di Beijing, alasan panasnya perdagangan saham di Cina karena "adanya pembeli saham yang memperlakukan perdagangan saham seperti lomba balap anjing." Sementara Anne Richards, kepala investasi di Aberdeen Asset Management, mengatakan ia "melihat minimnya pengalaman" pada sebagian peraturan perdagangan saham di Cina sebagai penyebab, selain investor yang juga tak berpengalaman. "Ini bukan situasi yang baik," kata Richards, "tapi akan membaik seiring berjalannya waktu." [caption id="attachment_88263" align="aligncenter" width="640"]
Pelemahan yuan dari bank sentral menyebabkan kekhawatiran bahwa ekonomi Cina akan melambat lebih jauh dari perkiraan. (BBC)[/caption] Saham Cina Terus Melonjak Saham Cina melonjak setelah bank sentral menetapkan panduan yuan yang lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam sembilan hari. Regulator juga menghentikan aturan " pemotong sirkuit" pada Kamis (7/1) malam, setelah mekanisme tersebut terpasang dua kali dalam sepekan, sehingga menyebabkan penutupan lebih awal. Pelemahan yuan dari bank sentral menyebabkan kekhawatiran bahwa ekonomi Cina akan melambat lebih jauh dari yang diperkirakan. Wilayah Asia lainnya pulih dari kerugian setelah kejatuhan dramatis saham-saham Cina yang menyebabkan penjualan saham besar-besaran dunia. Pada Jumat (8/1), Shanghai Composite naik 1,8% menjadi 3.184,25 seiring kepercayaan investor tumbuh. Adapun Nikkei Jepang yang menjadi ukuran naik 0,7% ke 17.908,84 di tengah kekhawatiran mendalam akan perlambatan yang diprediksi dalam ekonomi Cina. Saham Australia turun 0,5% dengan indeks S&P/ASX 200 di poin 4.985,20. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,3% ke 1.910,16. Saham Samsung Electronics naik 1,7% meski keuntungan raksasa teknologi tersebut untuk kuartal keempat meleset dari harapan pasar. Sehari sebelumnya, bank sentral Cina terus melemahkan yuan selama delapan sesi berturutan, sehingga memunculkan kekhawatiran perang mata uang di kawasan tersebut. Yuan yang lebih lemah menyebabkan perusahaan Cina semakin murah dalam mengekspor barang, sehingga mendorong ekonomi. Pada hari itu pula perdagangan di Shanghai dan Shenzhen ditutup dalam 30 menit pertama, sehingga inilah hari terpendek perdagangan saham di Cina dalam 25 tahun sejarah keberadaan pasar saham Cina. (BBC)
Pelemahan yuan dari bank sentral menyebabkan kekhawatiran bahwa ekonomi Cina akan melambat lebih jauh dari perkiraan. (BBC)[/caption] Saham Cina Terus Melonjak Saham Cina melonjak setelah bank sentral menetapkan panduan yuan yang lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam sembilan hari. Regulator juga menghentikan aturan " pemotong sirkuit" pada Kamis (7/1) malam, setelah mekanisme tersebut terpasang dua kali dalam sepekan, sehingga menyebabkan penutupan lebih awal. Pelemahan yuan dari bank sentral menyebabkan kekhawatiran bahwa ekonomi Cina akan melambat lebih jauh dari yang diperkirakan. Wilayah Asia lainnya pulih dari kerugian setelah kejatuhan dramatis saham-saham Cina yang menyebabkan penjualan saham besar-besaran dunia. Pada Jumat (8/1), Shanghai Composite naik 1,8% menjadi 3.184,25 seiring kepercayaan investor tumbuh. Adapun Nikkei Jepang yang menjadi ukuran naik 0,7% ke 17.908,84 di tengah kekhawatiran mendalam akan perlambatan yang diprediksi dalam ekonomi Cina. Saham Australia turun 0,5% dengan indeks S&P/ASX 200 di poin 4.985,20. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,3% ke 1.910,16. Saham Samsung Electronics naik 1,7% meski keuntungan raksasa teknologi tersebut untuk kuartal keempat meleset dari harapan pasar. Sehari sebelumnya, bank sentral Cina terus melemahkan yuan selama delapan sesi berturutan, sehingga memunculkan kekhawatiran perang mata uang di kawasan tersebut. Yuan yang lebih lemah menyebabkan perusahaan Cina semakin murah dalam mengekspor barang, sehingga mendorong ekonomi. Pada hari itu pula perdagangan di Shanghai dan Shenzhen ditutup dalam 30 menit pertama, sehingga inilah hari terpendek perdagangan saham di Cina dalam 25 tahun sejarah keberadaan pasar saham Cina. (BBC)




























