Rusia Tingkatkan Hubungan Bilateral dengan Indonesia

Rusia Tingkatkan Hubungan Bilateral dengan Indonesia
Jakarta, Obsessionnews - Menteri Perdagangan dan Industri (Menperindag) Rusia, Denis Valentinovich Manturov menyampaikan keinginan Rusia untuk meningkatkan kualitas hubungan bilateral kedua Negara. Sebaliknya, pihak Indonesia ingin mendorong Pemerintah Rusia untuk menjalin hubungan kerjasama di bidang pembangunan di Indonesia. “Adanya pertemuan ini bertujuan untuk membuka peluang kerjasama dengan Rusia, seperti kerjasama di bidang pembangunan fasilitas transportasi darat, laut, dan pembangunan pembangkit listrik di daerah,” kata Ketua DPD RI Irman Gusman saat menerima kunjungan dalam kunjungan Menperindag Rusia beserta rombongan, di gedung DPD RI, Senayan, Jumat (8/1). Menurut Irman, Rusia saat ini telah menanamkan investasi dalam pembangunan kereta api di Kalimantan Timur, ke depannya akan membuka peluang kerjasama pembangunan industri alumina dan mendorong adanya kerjasama di bidang industri perkapalan sebagai bagian untuk memajukan bidang maritim. Melalui Denis Valentinovich Manturov, Pemerintah Federasi Rusia hari ini menegaskan komitmennya untuk memperluas hubungan bilateral dengan Indonesia yang mencakup investasi di berbagai bidang, perdagangan, serta prospek kerjasama di bidang industri penerbangan sipil, farmasi, pertahanan, kemaritiman, dan pengembangan listrik bertenaga nuklir. Di bidang penerbangan sipil, Rusia berniat menggandeng perusahaan Indonesia untuk memproduksi pesawat Superjet 100 dan MDS-21 yang bisa dimulai tahun 2018. “Kami bersedia untuk berbicara dengan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksikan komponennya di sini,” ucap Manturov. “Kami juga tertarik untuk mengembangkan industri perkapalan dan perlu berbicara secara lebih rinci dengan pihk Indonesia,” imbuhnya. Menurut Irman, adanya kerjasama dengan Pemerintah Rusia, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kondisi perekonomian Indonesia melalui adanya investasi di daerah. “Kita mendorong kerjasama antara Indonesia dengan Rusia, dapat melalui antara BUMN Indonesia dengan BUMN Rusia atau antar perusahaan swasta agar kedepannya dapat dilakukan investasi di daerah,” tandas dia. “Peran DPD sendiri akan menjadi mediator saat ditemukannya hambatan dalam proses investasi ke daerah agar berjalan lancar. Dengan adanya investasi yang dilakukan di daerah, kedepannya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan menciptakan efek positif bagi perekonomian Indonesia, terurama di daerah,” tambahnya. Dalam kunjungannya ke DPD, Manturov melaporkan kepada Pimpinan DPD RI bahwa sudah ada road map(peta jalan) untuk mengawal kerjasama bilateral di berbagai bidang yang dihasilkan oleh Komite Bersama Indonesia-Rusia. Irman berharap dengan adanya road map dimaksud maka pelaksanaan rencana investasi, perdagangan, dan kerjasama bilateral dapat lebih dipercepat untuk kepentingan kedua negara. DPD RI mendorong untuk memperluas hubungan bilateral antara Pemerintah Federasi Rusia dengan Indonesia yang mencakup kerjasama di bidang ekonomi, pembangunan, dan investasi daerah. (Red)