Dua Kali Dipanggil Polisi, dr. Randall Mangkir

Jakarta, Obsessionnews.com - Penyidik dari Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suparmo, SH, Heru Besar sudah 2 kali memanggil dr Randall Cafferty, dokter yang menangani Allya Siska Nadya atau Siska, sehingga meninggal dunia. Demikian dokumen eksklusif yang dimiliki redaksi Obsessionnews.com. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pengembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dr. Ramdall, pada 22 November 2015 dengan Surat Panggilan I: S.Pgl/22483/XI/2015/Ditreskrimum tidak hadir. Kemudian dilanjutkan dengan Surat Panggilan II: S.Pgl/23750/XII/Ditreskrimum tertanggal 14 Desember 2015. Namun penyidik berhasil memeriksa asisten dr Randall, Popy saat bertugas pada 6 Agustus 2015 di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Pondok Indah Mall I GF 022D Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Juga penanggung jawab klinik tersebut, yakni Widodo Heru Santoso, selaku Manajer Operasional. Juga saksi-saksi lainnya, yakni Amsisda Helmi dan Alfian Helmi, kedua orang tua Siska serta kakak Siska, Elvitta Natasha.
Dokter IGD yang menangani Siska di RS Pondok Indah (RSPI) juga sudah diperiksa sebagai saksi, yakni Dr Fahreza Aditia, ahli ortopedi RS PI yang juga pernah menangani Siska paska sekarat setelah dirawat di Chiropractic First, Dr Luthi Gatam. Kepala Dinas Kesehatan Prov DKI Jakarta, Nurfalah juga sudah diperiksa sebagai saksi. Penyidik juga telah mengirim surat pangggilan kepada Kepala Pelayanan Satu Pintu per tanggal 19 November 2015 tentang perizinan klinik Siska dirawat, namun belum juga hadir. Juga Ketua Perhimpunan Chiropractic Indonesia (PERCHIRINDO) untuk menunjuk ahli chiropractic kepada penyidik. Namun juga belum pernah hadir. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti membenarkan jika pihaknya telah dua kali memanggil dr Randall, warga negara AS, namun tidak hadir. Sekarang yang bersangkutan sudah resign dari klinik tersebut dan dinyatakan buron. Pihaknya juga sudah mengirim red notice ke Interpol untuk memburu dr. Randall. Penyidik juga telah menyegel seluruh Klinik Chiropractic First yang membuka cabang di Jakarta. Meski telah menyegel semua cabang, bukan berarti dokter yang menangani sekaligus pemilik akan dijadikan tersangka. Krishna menjelaskan, pihaknya akan berangkat dari perizinannya terlebih dulu. Pasalnya, Kementerian Kesehatan RI harus melakukan pengecekan terhadap izin usaha yang mereka lakukan. Kemudian, kata Krishna, pihaknya juga sudah memeriksa penanggung jawab klinik. Dia adalah warga negara Singapura, dr. Kwan Waining. "Sudah diperiksa, ada WN Singapura, namanya dr. Kwan Waining. Bagian operasionalnya Heru Widodo Santoso. Mereka menjelaskan ahli terapinya adalah dr. Randall," ujarnya. Keduanya menjelaskan, dr. Randall bekerja mulai dari Maret hingga November. Tidak hanya melayani pasien di Pondok Indah Mal, dr. Randall ternyata juga menjalankan terapinya di klinik lain seperti di Grand Indonesia, Mal Taman Anggrek, Mal Emporium, FX Senayan dan Lippo Mal Puri. Lebih lanjut Krishna mengaku, dirinya sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencekal dua orang terkait yakni dr. Randall Cafferty dan pemilik klinik tersebut. "Kami akan minta terbitkan red notice untuk berjaga apabila kedua orang itu sudah keluar dari Indonesia," tutupnya. Kasus dugaan malpraktik Allya Siska Nadia ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, pada Senin, 4 Januari 2015, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (rez)Baca juga:Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah TerapiBayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah MeninggalSalah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 JamSiska dan Dunia SosmedKasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil PoldaAnggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip SiskaKasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas PariwisataTernyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan OrangtuaMeninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannyaKasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic TerbongkarBelajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses HukumTerapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di ASAkhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya IzinMetode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama
Dokter IGD yang menangani Siska di RS Pondok Indah (RSPI) juga sudah diperiksa sebagai saksi, yakni Dr Fahreza Aditia, ahli ortopedi RS PI yang juga pernah menangani Siska paska sekarat setelah dirawat di Chiropractic First, Dr Luthi Gatam. Kepala Dinas Kesehatan Prov DKI Jakarta, Nurfalah juga sudah diperiksa sebagai saksi. Penyidik juga telah mengirim surat pangggilan kepada Kepala Pelayanan Satu Pintu per tanggal 19 November 2015 tentang perizinan klinik Siska dirawat, namun belum juga hadir. Juga Ketua Perhimpunan Chiropractic Indonesia (PERCHIRINDO) untuk menunjuk ahli chiropractic kepada penyidik. Namun juga belum pernah hadir. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti membenarkan jika pihaknya telah dua kali memanggil dr Randall, warga negara AS, namun tidak hadir. Sekarang yang bersangkutan sudah resign dari klinik tersebut dan dinyatakan buron. Pihaknya juga sudah mengirim red notice ke Interpol untuk memburu dr. Randall. Penyidik juga telah menyegel seluruh Klinik Chiropractic First yang membuka cabang di Jakarta. Meski telah menyegel semua cabang, bukan berarti dokter yang menangani sekaligus pemilik akan dijadikan tersangka. Krishna menjelaskan, pihaknya akan berangkat dari perizinannya terlebih dulu. Pasalnya, Kementerian Kesehatan RI harus melakukan pengecekan terhadap izin usaha yang mereka lakukan. Kemudian, kata Krishna, pihaknya juga sudah memeriksa penanggung jawab klinik. Dia adalah warga negara Singapura, dr. Kwan Waining. "Sudah diperiksa, ada WN Singapura, namanya dr. Kwan Waining. Bagian operasionalnya Heru Widodo Santoso. Mereka menjelaskan ahli terapinya adalah dr. Randall," ujarnya. Keduanya menjelaskan, dr. Randall bekerja mulai dari Maret hingga November. Tidak hanya melayani pasien di Pondok Indah Mal, dr. Randall ternyata juga menjalankan terapinya di klinik lain seperti di Grand Indonesia, Mal Taman Anggrek, Mal Emporium, FX Senayan dan Lippo Mal Puri. Lebih lanjut Krishna mengaku, dirinya sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencekal dua orang terkait yakni dr. Randall Cafferty dan pemilik klinik tersebut. "Kami akan minta terbitkan red notice untuk berjaga apabila kedua orang itu sudah keluar dari Indonesia," tutupnya. Kasus dugaan malpraktik Allya Siska Nadia ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, pada Senin, 4 Januari 2015, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (rez)Baca juga:Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah TerapiBayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah MeninggalSalah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 JamSiska dan Dunia SosmedKasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil PoldaAnggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip SiskaKasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas PariwisataTernyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan OrangtuaMeninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannyaKasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic TerbongkarBelajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses HukumTerapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di ASAkhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya IzinMetode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama




























