Ini Penyebab Cost Recovery Migas Lebih Besar Dari Penerimaan Negara

Ini Penyebab Cost Recovery Migas Lebih Besar Dari Penerimaan Negara
Jakarta, Obsessionnews - Ada yang janggal saat Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (SKK) Migas, Amien Sunaryadi, menjelaskan soal bengkaknya cost recovery yang melebihi penerimaan negara. Menurut catatan Amien yang dipaparkan Selasa (5/1/2016) kemarin, beban cost recovery dalam kegiatan hulu migas sepanjang 2015 mencapai 13,9 miliar dolar AS. Sedangkan penerimaan negara dari sektor ini sebesar 12,86 miliar dolar AS. Membengkaknya nilai cost recovery di tengah anjloknya harga minyak dunia, terjadi lantaran kegiatan kontrak sudah diteken sebelum harga minyak dunia runtuh. Government tax yang turun, akhirnya dianggap tak sebanding dengan ongkos yang sudah dikeluarkan. Dalam paparan kinerja tahun 2015 di kantor SKK Migas di Jakarta, Amien bilang cost recovery adalah pengeluaran yang sudah lebih dulu ditalangi dan dicatat kontraktor kontrak kerjasama (K3S). Dan pengeluaran ini, terjadi di waktu lalu. "Yah kita ganti sesuai hitungannya dari hasil penjualan minyak," kata dia. Sejumlah efisiensi dari biaya operasi memang telah dilakukan sepanjang 2015. Amien bilang, pihaknya telah berhasil mengirit 351,5 juta dolar AS dari renegosiasi ulang kegiatan engineering, procurement, construction and installation (EPCI), pengeboran, kapal, turbomachinery, dan lain sebagainya. (Mahbub Junaidi)