IHSG Diprediksi Berkisar 4525 Hingga 4590

Jakarta, Obsessionnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, di luar dugaan berhasil menguat di tengah masih tingginya resiko pasar saham kawasan dan global. Setelah sempat menyentuh level tertingginya di 4.594, IHSG akhirnya tutup di 4557,822 menguat 31,903 poin (0,7%). Pada saat bersamaan, indeks The MSCI Asia Pasific turun 0,3%. Sentimen positif dari faktor domestik lebih mendominasi perdagangan ketimbang sentimen eksternal, menyusul penurunan harga sejumlah komponen biaya energi oleh pemerintah di awal tahun ini. Beberapa di antaranya, turunnya harga BBM subsidi, tarif listrik, dan harga LPG. Penurunan sejumlah harga komponen energi ini, akan mendorong daya beli masyarakat dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Sementara itu, bursa saham global tadi malam berhasil rebound setelah mengalami tekanan jual di hari sebelumnya menyusul langkah otoritas China melakukan intervensi di pasar sahamnya. Indeks Eurostoxx di zona Euro tadi malam menguat 0,42% di 3178,01. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 0,06% dan 0,20% tutup di 17158,66 dan 2016,71. Harga minyak mentah pun kembali turun 2% di 35,97 dolar AS perbarel. Fokus pasar global saat ini tertuju pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global, penurunan harga komoditas energi, dan langkah lanjutan kebijakan The Fed mengantisipasi perlambatan ekonomi yang tengah terjadi. Pada perdagangan hari ini, dengan dukungan rendahnya kekhawatiran pasar global dan kawasan, aksi beli lanjutan diperkirakan akan berpeluang medominasi perdagangan. IHSG, menurut David Setyanto, pengamat pasar modal First Asia Capital, diperkirakan bakal bergerak di kisaran 4525 hingga 4590 berpeluang menguat. IHSG : S1 4525 S2 4490 R1 4590 R2 4620 Berikut saham pilihan yang direkomendasikan berdasar riset First Asia Capital, pada perdagangan hari ini : ASII 6000-6250 Buy, SL 4700 AALI 16200-17500 TB, SL 15500 BBRI 11400-11800 TB, SL 11350 BMRI 9300-9600 TB, SL 9200 BBNI 4880-5050 Buy, SL 4750 JSMR 5200-5600 Buy, SL 5000 UNTR 16000-17000 TB, SL 15300 WIKA 2670-2800 TB, SL 2600 LSIP 1250-1350 TB, SL 1180 INDF 5300-5600 TB, SL 5100. (Mahbub Junaidi)





























